RI bakal ekspor bawang merah 5.600 ton ke Thailand

Selasa, 31 Juli 2018 | 20:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman akan melepas ekspor 5.600 ton bawang merah ke negeri Gajah Putih, Thailand.Melalui PT Revi Makmur Sentosa di Gudang Klampok, Brebes Jawa Tengah, bawang merah nasional tersebut merupakan sebagian dari kontrak ekspor sebanyak 9.000 ton setahun.

Di tahun 2018 ini, tercatat Indonesia sudah melakukan ekspor bawang merah sebanyak dua kali yaitu di bulan Juli dari Surabaya sebanyak 6.000 ton dan bulan Agustus dari Brebes, Jawa Tengah. Ekspor ini merupakan serangkaian prestasi Indonesia saat ini. Bahkan mampu membalikkan keadaan importasi.

Untuk diketahui, di tahun 2014 Indonesia masih impor bawang sebanyak 74.903 ton. Tahun 2015, impor turun menjadi 17.428 ton.  Stop total importasi bawang merah pun terjadi di tahun 2016, dengan manajemen tanam yang baik justru bisa memenuhi pasar domestik dan ekspor sekitar 736 ton. 

Lesatan ekspor bawang merah pun terjadi di tahun 2017 dengan catatan sebanyak 7.750 ton. Meningkatnya ekspor bawang merah tersebut dikarenakan sentra bawang yang semakin meluas. Mulai dari Pulau Jawa dan luar pulau (Solok, Tapin, Enrekang, Bima, Lombok Timur, dan lainnya).

 

Di tahun 2017, tercatat produksi mencapai 1,47 juta ton atau meningkat 1,61 % dibandingkan tahun 2016. Untuk tahun 2018, diperkirakan bisa mencapai 1,48 juta ton dari seluruh sentra bawang merah.

Jawa Tengah sendiri menjadi sentra unggulan bawang merah, karena menyumbang 32 % produksi nasional.  Adapun sentra bawang merah di Jawa Tengah tersebar di kawasan sepanjang Pantura (Brebes, Kendal, Tegal, Pemalang, Demak, Pati, Grobogan, hingga Blora) dan dataran tinggi (Magelang, Temanggung dan wilayah selatan seperti Wonogiri, Kebumen, Banyumas hingga Cilacap).

Khusus untuk Brebes, luasan panen bawang merah bisa mencapai 29.000 – 32.000 hektar dengan produksi sekitar 273.000 ton. Karena itu, tidaklah salah jika Brebes mampu menyumbang kontribusi produksi 18,5% secara nasional atau 57% dari produksi Jawa Tengah. Kbc11

Bagikan artikel ini: