Resmikan Learning Center, CCAI dukung dukung pengembangan desa adat Seminyak

Selasa, 31 Juli 2018 | 21:18 WIB ET

SEMINYAK, kabarbisnis.com: Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Seminyak (TPST 3R Seminyak) meresmikan learning center yang akan memfasilitasi kunjungan belajar serta berbagai program lainnya untuk mendukung peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah. Learning center tersebut merupakan bagian terbaru dari fasilitas seluas 300 m2, yang saat ini mengelola sampah bagi lebih dari 800 pelanggan di wilayah Seminyak. 

“Kami sangat senang melihat antuasiasme masyarakat untuk berkunjung dan belajar dari pengalaman kami,” jelas Komang Ruditha, Ketua TPST 3R Seminyak

“Dengan adanya learning center ini, para pengunjung dapat meluangkan waktu lebih lama untuk berdiskusi dengan saya dan tim. Kami juga berharap, ke depannya learning center TPST 3R Seminyak dapat mengadakan lebih banyak pelatihan tentang pengolahan sampah," tambahnya.

Pada tahun 2004, Komang Ruditha dan tim TPST 3R Seminyak telah memulai program bersih-bersih pantai secara sederhana, hanya dengan 1 truk kecil, 3 karyawan, dan 85 pelanggan. Saat ini TPTS 3R Seminyak telah memiliki 16 truk, 36 karyawan, dan melayani lebih dari 800 pelanggan, termasuk rumah tangga dan hotel. Sampah organik diolah menjadi pupuk organik yang digunakan oleh masyarakat dan hotel; sampah plastik, kertas, dan besi akan didaur ulang atau dijual untuk didaur ulang. Semua hasil penjualan digunakan untuk biaya operasional dan masyarakat.

Learning center tersebut merupakan bentuk dukungan Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI), mitra kerja sama Desa Adat Seminyak beberapa tahun terakhir untuk program Bali Beach Clean Up, bersama dengan Legian, Kuta, Kedonganan, dan Jimbaran.

“Kami senang CCAI memliki kesempatan untuk mendukung pengembangan program ini, dan kami harap ke depannya learning center dan fasilitasnya dapat membantu memaksimalkan proses pelatihan dari tiap kunjungan,” ujar Kadir Gunduz, Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia melalui siaran persnya, kemarin.

Hingga bulan Juli 2018, program harian Bali Beach Clean Up telah menyingkirkan lebih dari 38 juta kg sampah dari pesisir pantai sepanjang 9,7 kilometer. Program ini didukung dengan 4 traktor pantai, 2 barber surf rakes, 3 truk sampah, 78 kru dari komunitas lokal di sekitar pantai, serta 150 tempat sampah baru tiap tahunnya. Mulai tahun ini, tempat sampah yang didonasikan oleh CCAI bagi masyarakat di tiap wilayah operasionalnya, termasuk Bali,merupakan jenis tiga sistem, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah.

“Bali Beach Clean Up selalu mengedepankan kolaborasi sebagai bagian dari solusi. Kerja sama dengan Desa Adat Seminyak dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merupakan contoh yang baik dari pentingnya kerja sama untuk pencapaian keberlanjutan yang lebih baik lagi,” tambah Kadir Gunduz.

Coca-Cola Amatil Group Managing Director, Alison Watkins menyatakan bahwa dukungan perusahaan untuk pengembangan learning center tersebut merupakan bagian penting dalam pendekatan keberlanjutan Coca-Cola Amatil Group.

“Edukasi masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam usaha kita untuk mengurangi sampah serta melindungi lingkungan,” ujar Alison Watkins.

Pihaknya merasa bangga dapat menjadi bagian dari itu semua, termasuk usahanya dalam mengurangi sampah di tiap fasilitas manufaktur dan mendukung berbagai inisiatif masyarakat untuk mengelolah sampah dengan benar.

“Tentu saja kami menyadari bahwa masih banyak yang perlu kita semua lakukan. Bersama dengan The Coca-Cola Company, kami mendukung aspirasi “World Without Waste” (“Dunia Tanpa Sampah”) – sebuah ambisi untuk meningkatkan dan mendaur ulang 100% kemasan kami pada tahun 2030. Hal ini merupakan komitmen global, dan kami akan berupaya keras untuk mewujudkannya di Indonesia dan wilayah lain tempat kami beroperasi," tambahnya.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, turut menghadiri rangkaian program Bali’s Big Eco Weekend 2018. Di dalam kata sambutannya, beliau menjelaskan bahwa salah satu dari 10 Prioritas Nasional dalam Making Indonesia 4.0 adalah mengakomodasi standar-standar keberlanjutan (sustainability).

Dia juga mengungkapkan apresiasinya untuk Coca-Cola Amatil Indonesia sebagai salah satu industri minuman non-alkohol siap saji di Indonesia yang telah mendukung upaya pemerintah dalam menerapkan Industri 4.0 dan melindungi lingkungan. Kementerian Perindustrian mendukung konservasi lingkungan salah satunya melalui Kebijakan Industri Hijau yang telah dicantumkan di Undang-Undang Nomor 3 tahun 2015 dan dituangkan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015 – 2035.

Airlangga mengungkapkan apresiasinya menyambut baik niat Coca-Cola Amatil Indonesia dalam mendukung upaya pemerintah untuk melindungi lingkungan, melalui pembangunan Learning Center di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST 3R) Desa Adat Seminyak dan kolaborasi Bali Beach Clean Up yang telah dijalankan lebih dari 10 tahun, “Semoga dengan peresmian Learning Center TPST 3R Desa Adat Seminyak dan program Bali Beach Clean Up, Coca-Cola Amatil Indonesia dapat mendorong sektor swasta lainnya untuk berkontribusi secara optimal dalam meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi di Bali dan seluruh wilayah di Indonesia.” 

Dalam mendukung peningkatan program daur ulang yang lebih baik lagi di fasilitas tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyerahkan bantuan satu unit mesin cacah plastik ke TPST 3R Seminyak di dalam rangkaian peresmian learning center. Mesin tersebut yang akan mendukung pengadaan teknologi aspal plastik dan mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar. Pembaruan tekonologi ini akan menciptakan nilai sampah plastik, seharga Rp 2.000 – Rp. 4.000 per kilogram. Kemudian sampah plastik tersebut akan dijadikan campuran aspal yang memberikan stabilitas lebih baik, kuat, dan tidak beracun. 

Peresmian learning center dan penyerahan mesin cacah plastik merupakan bagian dari rangkaian Bali’s Big Eco Weekend 2018, festival tahunan di mana Coca-Cola Amatil Indonesia menceritakan kemajuan program Bali Beach Clean Up.

“Komitmen kami dalam menciptakan kontribusi yang positif dan signifikan di lingkungan tempat kita tinggal semakin kuat,” jelas Alison Watkins

“Bali Beach Clean Up merupakan salah satu program yang selalu ditonjolkan dalam laporan sustainability Coca-Cola Amatil tiap tahunnya. Kami bangga dengan konsistensi dan kontribusi program tersebut bagi masyarakat sekitar, Bali Beach Clean Up juga telah berhasil menciptakan berbagai bentuk kerja sama demi manfaat yang lebih baik lagi, seperti yang telah kita saksikan pagi ini di TPST 3R Seminyak," imbuhnya.

  

Rangkaian kegiatan yang meramaikan Bali’s Big Eco Weekend 2018 meliputi pelatihan pengelolaan sampah “Bijak Kelola Sampah” yang telah diadakan di TPST 3R Seminyak pada 17 Juli 2018; penyerahan tempat sampah dengan 3 sistem kepada Universitas Udayana, SMPK Soverdi Tuban, Desa Adat Seminyak, Legian, Kuta, Jimbaran dan Kedonganan; pameran eco community; big beach clean-up; festival layangan; dan pelepasan bayi penyu ke laut.

Bali’s Big Eco Weekend 2018 didukung oleh Dynapack Asia, Sugar Labinta, Sentra Usaha Tamajaya, Euroasiatic, KRONES, Diversey, Bank Mandiri, Ancol Terang Printing Group, Lawangmas Primapack, PT Nava Hita Karana, United Can, Ecolab, Indorama Ventures, Turkish Airlines, Citibank. kbc10

Bagikan artikel ini: