Dukung industri kreatif, BFI Finance genjot pembiayaan mesin percetakan

Kamis, 2 Agustus 2018 | 18:30 WIB ET
Regional Manager BFI Finance wilayah Jawa Timur, Tan Eng (kanan) bersama Corporate Manager BFI Finance wilayah Jawa Timur, Lily Listyani.
Regional Manager BFI Finance wilayah Jawa Timur, Tan Eng (kanan) bersama Corporate Manager BFI Finance wilayah Jawa Timur, Lily Listyani.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Industri kreatif terus mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun belakangan. Apalagi pemerintah Indonesia juga terus mendorong perkembangan sektor ini, yang berujung pada bermunculannya industri-industri kreatif di segala bidang.

Kondisi ini ditangkap PT BFI Finance Indonesia Tbk, dengan mendorong pembiayaan di sektor machinery. Di sektor ini, BFI banyak membiayai beberapa sektor usaha seperti digital printing, mesin industri, meesin percetakan, dan sebagainya.

Corporate Manager BFI Finance wilayah Jawa Timur, Lily Listyani mengatakan, selama ini di wilayah Jawa Timur kontribusi pembiayaan Machinery mencapai sekitar 12,5 persen dari total pembiayaan yang sudah dikucurkan.

"Divisi ini bisa terbilang masih baru sekitar lima tahun ini hadir di Jawa Timur. Kontribusi pembiayaan terbesar masih jenis mobil bekas sebesar 70 persen, kedua adalah motor, disusul mesin, dan terakhir properti," ulasnya di sela pameran BFI Finance di Surabaya Printing Expo (SPE) di Grand City Convex Surabaya, Kamis (2/8/2018).

Dipaparkannya, di sektor machinery, selama ini banyak pengajuan pembiayaan untuk mesin digital printing, dimana usaha ini memang banyak bermunculan di sejumlah kota, seiring dengan meningkatnya permintaan.

"Kita bisa biayai sekitar 60-70 persen dari harga mesin itu sendiri dengan tenor maksimal 3 tahun. Bunga yang kita patok di level 7-8 persen flat," jelas Lily.

Dia menambahkan, potensi pembiayaan sektor ini, khususnya jenis mesin digital printing sangat besar, apalagi menjelang tahun politik seperti saat ini, dimana banyak partai politik yang memesan perlengkapan kampanye, atau juga perusahaan-perusahaan untuk kebutuhan promosi.

"Makanya ke depan kita berharap kontribusi machinery ini bisa meningkat ke angka 20 persen," ujar Lily.

Sepanjang semester I tahun 2018, nilai pembiayaan untuk segmen machinery di BFI Finance Jawa Timur sebesar Rp 18,8 miliar. Dia menargetkan, sepanjang semester II tahun ini bisa meningkat 20 persen dibanding pencapaian semester I lalu.

Sementara itu Regional Manager BFI Finance wilayah Jawa Timur, Tan Eng Han menambahkan, segmen Machinery merupakan diversifikasi produk yang dilakukan BFI Finance, karena melihat besarnya potensi pasar di sektor industri kreatif.

"Makanya kami hadir di ajang Surabaya Printing Expo di Surabaya ini untuk mendekatkan diri ke konsumen, bahwa kami memberikan solusi terhadap pembiayaan usaha mereka," tandasnya.

Dia bilang, BFI Finance merupakan salah satu perusahaan pembiayaan yang dimana salah satu produk unggulannya yaitu pembiayaan machinery yang mencakup beberapa kategori mesin produksi salah satunya adalah sektor industri percetakan.

"Industri percetakan saat ini merupakan salah satu industri yang sangat berkembang dan menjadi salah satu industri yang memiliki portfolio  dengan persentase paling tinggi di BFI Finance," ulasnya.

Sepamjang semester I tahun 2018 lalu, BFI Finance wilayah Jawa Timur mampu mencatatkan pembiayaan sebesar Rp 1,2 triliun atau memberikan kontribusi sebesar 10 persen secara nasional.

"Angka ini naik 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kami berharap peningkatan yang sama juga dicapai pada semester II ini. Salah satunya dengan menggenjot pembiayaan di sektor machinery," ujar Tan Eng Han. kbc7

Bagikan artikel ini: