Barata teken proyek senilai Rp866 milair dengan PTPN X

Senin, 27 Agustus 2018 | 14:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Barata Indonesia kembali  mengantongi kontrak dari proyek Pabrik Gula. Kali ini, Barata Indonesia melakukan penandatanganan kontrak dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X untuk pengerjaan proyek Pabrik Gula (PG)  Gempolkrep serta  Pabrik Bioethanol yang terletak di Mojokerto, Jawa Timur milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X ) .

Penandatangan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama, Silmy Karim serta Direktur Utama PTPN X Dwi Satriyo Annurogo, serta disaksikan oleh Tim Kejaksaan Jawa Timur, Senin 27 Agustus 2018 di Kantor PTPN X di Surabaya, Jawa Timur.

Dalam kontrak tersebut, Barata Indonesia sebagai kontraktor tunggal, akan mengerjakan proyek peningkatan kapasitas PG Gempolkrep yang sebelumnya berkapasitas 6500 TCD menjadi 8000 TCD. Yang akan terintegrasi dengan Pabrik Bioethanol dan Co generation, Gempol krep PTPN X.   

Total nilai proyek yang didapatkan oleh Barata Indonesia dari pengerjaan proyek tersebut cukup besar, yakni RP. 866 Milyar dengan durasi pengerjaan proyek kurang lebih selama 15 bulan. Untuk proyek PG Gempolkrep kali ini, Barata Indonesia menggandeng teknologi provider dari Sutech Thailand yang  sudah berpengalaman dalam membangun Pabrik Gula di Indonesia.

Kementerian BUMN juga menyambut baik penandantangan kontrak tersebut. Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi, Wahyu Kuncoro mengatakan bahwa proyek PG Gempolkrepp-Mojokerto milik PTPN X ini merupakan bagian dari program revitalisasi pabrik gula milik BUMN. Program ini dilakukan guna mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka mewujudkan swasembada gula.

" Revitalisasi Pabrik Gula milik BUMN akan meningkatkan produksi gula,  sekaligus akan mendukung terwujudnya swasembada gula nasional",ujarnya 

Sementara itu, Direktur Utama Barata Indonesia, Silmy Karim mengatakan “ Proyek PG Gempolkrep merupakan proyek industri gula keempat yang berhasil diperoleh oleh Barata Indonesia dalam kurun waktu dua tahun terakhir,” Ujarnya.  Dengan pengalaman yang telah dimiliki oleh Barata Indonesia selama satu abad di industri gula, kami memang ingin menjadi solution provider  bagi proyek –proyek industri Agro, khususnya industri gula nasional,” imbuhnya.

Sebelum mendapatkan proyek PG Gempolkrep,  Barata Indonesia juga berhasil mendapatkan proyek revitalisasi PG Rendeng, PG Asembagus serta PG Bombana

Diperolehnya proyek Pabrik Gula ini, semakin memantapkan posisi Barata Indonesia sebagai perusahaan yang memiliki kompetensi mumpuni di bidang Industri Gula. Hal ini juga sejalan dengan keinginan dari perusahaaan untuk memberikan kontribusi terhadap terciptanya ketahanan pangan nasional, lewat proyek –proyek strategis pemerintah.kbc9

Bagikan artikel ini: