Dolar menguat, Kalbe Farma kerek harga jual hingga 5%

Kamis, 30 Agustus 2018 | 07:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Terus menguatnya kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah rupanya mempengaruhi bisnis produsen farmasi di Tanah Air.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) misalnya, harus merevisi target pertumbuhan penjualan bersih di tahun 2018 menjadi 5%-7%. Sebelumnya target pertumbuhan penjualan KLBF sebesar 9%. 

KLBF fokus mempertahankan pangsa pasar dan menjaga efisiensi biaya, di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih melemah. Emiten ini tetap berupaya mempertahankan penjualan positif dan margin yang stabill.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan, perseroan juga mengambil kebijakan untuk menaikkan harga produk kesehatan yang meliputi obat bebas dan minuman nutrisi sekitar 3%-5%. Kebijakan ini dilakukan atas dasar pertimbangan situasi makro ekonomi serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar sejak awal Juli 2018.

Penyesuaian harga dilakukan karena KLBF ingin mengurangi tekanan pelemahan rupiah terhadap margin laba kotor.

“Kami melihat tantangan paling besar yang dihadapi hari ini adalah kondisi rupiah yang melemah khususnya di kuartal II, sehingga membuat kami harus merekalkulasi kembali harga.” kata Vidjongtius, Rabu (29/8).

Pelemahan kurs rupiah sangat berdampak ke Kalbe Farma. Sebab, 10% bahan baku KLBF diimpor dari negara lain. Setiap rupiah melemah sebesar 1% membuat biaya produksi naik 0,35%. kbc10

Bagikan artikel ini: