Inflasi tahun depan diramal capai 4,5%, apa pemicunya?

Jum'at, 31 Agustus 2018 | 07:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tingkat inflasi pada tahun 2019 diprediksi akan berada di level 4,5% atau kembali lebih tinggi dari dua tahun belakangan yang berada di level 3%.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan mengatakan, salah satu faktor yang membuat inflasi di level 4,5% pada 2019 karena pemerintah akan melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

"Tahun depan diperkirakan 4,5% karena mau tidak mau setelah Pemilu dan Lebaran, pemerintah mau tidak mau harus adjust harga BBM, tidak semua, sebagian, tapi mau tidak mau," kata Anton di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Dia menyebut, angka inflasi saat ini berada di level 3,18% dan sampai akhir tahun 2018 akan berada di angka 3,6%. Angka itu pun lebih tinggi sedikit dibandingkan asumsi tahun ini 3,5%.

"Karena ada perkiraan kenaikan harga pangan," jelas dia.

Anton menjelaskan, penyesuaian harga BBM yang dilakukan pemerintah tahun depan karena harga minyak dunia terus naik, lalu pengaruh dari harga perdagangan besar yang memberikan dampak terhadap inflasi cukup tinggi.

"Sehingga kenaikan bahan baku entah karena depresiasi rupiah dan BBM yang tidak disubsidi, itu masih belum bisa ditransfer ke konsumen sementara ini, sehingga mengurangi profit marginnya atau dia lakukan banting cost. Tapi pada titik tertentu harus ada adjustment dan mungkin mendekati perubahan ke CPI (customer price index)," papar dia. kbc10

Bagikan artikel ini: