GMF Antisipasi Tantangan Bisnis Perawatan Pesawat

Jum'at, 31 Agustus 2018 | 15:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMF) berpartisipasi dalam Indonesia Business dan Charter Aviation Summit 2018 (IBCAS 2018) yang diselenggarakan di Jakarta 29 – 30 Agustus 2018.

Keikutsertaan GMF pada perhelatan IBCAS merupakan langkah GMF untuk membuka peluang pasar dan menghadapi tantangan perkembangan bisnis perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO) .

“Sebagai industri strategis dalam negeri kami harap keikutsertan dalam acara ini dapat meningkatkan awareness pasar terhadap kapasitas dan kapabilitas kami khususnya pada industri perawatan private jet dalam bidang logistik, perawatan kabin pesawat, dan layanan engineering,” kata Direktur Business & Base Operations GMF Tazar Marta Kurniawan dalam keterangan tertulis di Jakarta,  Jumat (31/8/2018).

Menurut dia GMF berhasil melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama untuk Total Care Logistic Support dengan PT Transnusa. GMF juga kembali menandatangani perjanjian kerja sama total care logistic support dengan PT Air Indonesia dan PT Komala Indonesia."GMF juga baru saja melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama konsinyasi (consignment) untuk komponen Boeing 737 NG dengan Travira Air pada tanggal 27 Agustus 2018 lalu. Melalui perjanjian kerja sama selama 5 tahun ini," ujarnya.

Travira menunjuk GMF dalam hal penyediaan komponen pesawat antara lain air cycle machine, proximity switch electronic unit, integrated drive generator, remote electronic unit, dan electronic control unit.Ia mengatakan bahwa melalui layanan logistik yang komprehensif, fleksibilitas dan kemudahan dalam kegiatan penimbunan barang, diharapkan beberapa kerja sama ini mampu mempercepat ketersediaan kebutuhan komponen pesawat, dan meminimalisasi turn around time (TAT).

Tazar juga mengatakan dengan semakin banyaknya kerja sama di bidang layanan logistik, akan menambah pendapatan GMF dari pelanggan non afiliasi. “Kami berharap dengan adanya kerja sama ini, utilisasi fasilitas PLB GMF akan lebih maksimal, dan kedepan bisa menarik calon pelanggan untuk turut menikmati keuntungan dari fasilitas yang kami miliki,” katanya.

Tazar menambahkan sejak diresmikan sebagai Pusat Logistik Berikat oleh Menteri Keuangan 19 Oktober 2016 lalu, GMF dapat memberikan one stop solution untuk penanganan logistik di bidang aviasi dan trading melalui penyediaan jasa shipping arrangement, customs brokerage, serta warehouse management yang siap sedia 24 jam dengan didukung oleh IT based inventory management dan harga yang kompetitif.

“Sejak adanya bisnis PLB, pengembangan bisnis logistik mampu mendorong GMF untuk menjadi hub lalu lintas logistik komponen pesawat di Indonesia, serta menjadikan GMF sebagai total solution maintenance provider melalui penyediaan solusi perawatan pesawat yang terintegrasi bagi pelanggan kami,” tutupnya. kbc11

Bagikan artikel ini: