Tambah suplai 4%, tapi Pertamina tetap ingatkan orang kaya tak pakai elpiji 'melon'

Senin, 3 September 2018 | 07:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pertamina (Persero) mengimbau agar penggunaan elpiji subsudi dapat digunakan sesuai ketentuan, yaitu hanya untuk masyarakat tidak mampu. 

Namun perusahaan pelat merah ini tetap memastikan pasokan elpiji, baik subsidi maupun non subsidi aman untuk 16 hari dengan menambah pasokan pada wilayah yang mengalami lonjakan permintaan.

External Communication Manager Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan, kelangkaan elpiji 3 kg alias elpiji 'melon' di beberapa wilayah dipicu oleh meluasnya penggunaan elpiji subsidi pada segmen yang tidak sesuai dengan ketentuan. Menurutnya, saat ini semakin banyak penggunaan elpiji 3 Kg oleh masyarakat mampu, termasuk usaha non mikro, bisnis laundry, dan pompa air untuk pertanian. 

"Banyak konsumen elpiji subsidi yang tidak tepat sasaran. Dan kami perlu mengingatkan kembali bahwa peruntukan elpiji 3 kg hanya untuk masyarakat miskin, usaha mikro dan kapal nelayan kecil," ujar Arya dalam keterangan tertulis, kemarin.

Selain itu, kelangkaan elpiji subsidi juga karena meningkatnya permintaan untuk rumah tangga. Namun, Arya menegaskan bahwa Pertamina telah menambahkan suplai elpiji hingga rata-rata 4% di atas normal, berdasarkan data nasional di akhir Agustus 2018. Bahkan untuk beberapa wilayah yang mengalami lonjakan tinggi, Pertamina melakukan penambahan alokasi elpiji 3 kg hingga 15%.

"Bulan ini ada tren peningkatan permintaan di masyarakat. Konsumsi rumah tangga naik untuk kebutuhan menjelang dan sesudah perayaan Idul Adha," ujar Arya. 

Sebagai bentuk antisipasi lonjakan permintaan tersebut, Pertamina telah berupaya menambah suplai di luar alokasi normal. Sementara untuk masalah pengguna tepat sasaran, Pertamina menggelar operasi pasar dan pasar murah yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat. Bahkan untuk beberapa daerah, Pemda secara agresif menggelar sidak kepada usaha-usaha yang seharusnya tidak menggunakan elpiji 3 kg dan mengalihkan penggunaannya ke Bright Gas 5.5 kg.

Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan elpiji 3 kg di beberapa jaringan distribusi seperti di pangkalan resmi Pertamina dan SPBU. Dan apabila menemukan indikasi penimbunan elpiji 3 kg, ataupun kelangkaan di wilayahnya agar dapat melaporkan kepada Contact Pertamina di 1 500 000 atau lewat twitter Pertamina @pertamina. 

"Agar kami dapat menindaklanjuti, mohon laporan disampaikan secara lengkap dan sedetail mungkin, terutama terkait lokasi yang mengalami kelangkaan sampai level kecamatan," imbuh Arya. kbc10

Bagikan artikel ini: