Minim, kesadaran industri dalam negeri terapkan otomatisasi pabrik

Rabu, 5 September 2018 | 17:49 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Di tengah belum membaiknya pasar pelaku industri manufaktur di Tanah Air dituntut untuk memasuki revolusi industri keempat, atau industri 4.0. Secara garis besar, revolusi industri 4.0 mengintegrasikan lini produksi di industri dengan sistem digitalisasi.

Sayangnya, kesadaran akan penerapan otomatisasi pabrik oleh industri di Tanah Air masih minim. Menyadari hal ini, ABB-perusahaan teknologi dunia-menawarkan berbagai solusi digital ABB AbilityTM yang dapat melakukan proses produksi khususnya di industri food and beverage (F&B) lebih baik.

Managing Director ABB di Indonesia, Michel Burtin mengatakan, pihaknya berupaya untuk memberikan solusi bagi industri F&B dalam menghadapi tantangan di era digitalisasi.

"Saat ini, para produsen makanan dan minuman memiliki berbagai tantangan antara lain memperbesar volume produksi untuk meningkatkan profit, perubahan permintaan konsumen, serta penerapan peraturan perundangan untuk menjaga keamanan makanan," jelasnya di sela acara F&B Customer Day yang bertemakan "Solusi andal untuk masa depan pangan yang berkesinambungan” di Hotel Shangri-La Surabaya, Rabu (5/9/2018).

Dipaparkannya, ABB berkomitmen kuat dalam membantu meningkatkan daya saing pelanggan di industri manufaktur dalam menghadapi persaingan di pasar global.

"Dengan dukungan teknologi terdepan dan perkembangan digitalisasi yang positif, para pelanggan kami akan dapat beradaptasi dalam pasar yang bergerak cepat, dinamis dan kompetitif," ujar Burtin.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, pada 2017, industri F&B menyumbang lebih dari 30% Produk Domesrik Brute (PDB) di sektor nonmigas. Industri ini juga mengalarni pertumbuhan yang signifikan sebesar 9% pada tahun lalu. Oleh karena itu, dia berharap penerapan Industri 4.0 akan mendorong peningkatan kinerja dan daya saing industri F&B.

F&B Segment Leader ABB Indonesia, Timo Sipila menambahkan, industri di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang Iuar biasa, tak hanya dalam industri F&B, tetapi juga dalam hal penerapan digitalisasi di industri tersebut.

"Oleh karena itu, kami berkomitmen memberikan solusi yang berkesinambungan bagi industri pangan dengan mendukung peningkatan kualitas produk dan keamanan makanan, serta pemanfaatan aset produksi secara efisien melalui solusi teknologi terdepan," ujar Timo.

Sementara itu Robotics & Motion ABB Indonesia, Steven Lim mengungkapkan, kesadaran indusri manufaktur di Indonesia dalam menerapkan otomatisasi pabrik masih sangat minim. Padahal, hal itu selain akan mendongkrak produktivitas, juga efisiensi biaya produksi.

"Sebenarnya para pelaku industri sudah mengakui adanya manfaat atas otomasi mesin produksi. Namun mereka masih sulit untuk menerapkannya. Bisa dikatakan baru sekitar 20 persen industri di Indonesia yang menerapkan digitalisasi produksi," ungkapnya.

Ditambahkannya, perangkat-perangkat yang dibawa ABB di sektor industri ini, diyakini mampu memberikan beragam manfaat bagi industri atau penggunanya, mulai penghematan energi, peningkatan produktivitas, serta digitalisasi itu sendiri.

Burtin kembali menegaskan, kegiatan F&B Customer Day yang diselenggarakan ABB di Surabaya ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah Indonesia, Making Indonesia 4.0 yang merujuk pada Revolusi Industri Ke-4 di bidang Manufaktur dan Industri, di mana Indonesia memiliki potensi sebagai negara yang memiliki daya saing tinggi di bidang tersebut. Sementara itu, industri F&B merupakan salah satu sektor prioritas dalam program nasional tersebut.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pemimpin industri F&B terkemuka di Surabaya. Dipaparkan juga berbagai solusi ABB yang membantu industri F&B mengatasi berbagai kendala dalam proses produksi. Pameran diantaranya meliputi sistem kontrol, ABB Ability smart sensor pada motor tegangan rendah, wash down motor, produk pengukuran dan analisa, variable speed drives, robotik dan berbagai produk elektrifikasi.

Burtin menyebut, beberapa perusahaan yang telah menggunakan produk ABB diantaranya PT Bogasari Flour Mills. Perusahaan ini telah menggunakan robot ABB dalam proses palet di fasilitas produksi mereka.

Selain itu, pemasok bahan baku makanan dan industri, Olam International, juga telah memasang berbagai sensor cerdas di pabrik gula yang berbasis di Jawa Tengah. kbc7

Bagikan artikel ini: