Hari Pelanggan, BPJS Ketenagakerjaan Rungkut ingatkan pentingnya perlindungan bagi tenaga kerja

Rabu, 5 September 2018 | 17:54 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum penting bagi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kantor Cabang Surabaya Rungkut untuk mempererat hubungannya dengan tenaga kerja yang menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan. 

Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan cabang Surabaya Rungkut sejak kemarin, Selasa (4/9/2018) hingga besok, Kamis (6/9/2018) memperingatinya dengan berbagai kegiatan. Salah satunya dengan melakukan interaksi langsung dengan para peserta yang kebetulan sedang melakukan pengurusan surat atau keperluan pencairan di kantor BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Rungkut.

“Peserta bagi kami adalah tuan yang harus kami layani dengan baik. Untuk itu, kali ini kami ingin menjamu mereka dengan beraneka ragam sajian. Selain itu, kami juga berupaya memberikan penyadaran kepada peserta yang akan mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) karena pindah kerja atau beralih menjadi wiraswasta untuk kembali mendaftar sebagai peserta dari BPU,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Surabaya Rungkut, Oki Widya Gandha di kantornya, Surabaya, Rabu (5/9/2018).

Anjuran ini ditekankan saat melihat tenaga kerja yang melakukan pencairan program JHT kebanyakan masih usia produktif. Jika mereka tidak pindah tempat kerja, besar kemungkinan mereka beralih profesi menjadi wirausaha. Dengan ritme kerja yang akan dilalui, mereka juga memiliki risiko kecelakaan dan kematian sama besar dengan tenaga kerja formal atau penerima upah. Apalagi untuk kembali daftar sebagai peserta Bukan Penerima Upah (BPU) dengan mengikuti dua program hanya dibebani uang iuran sebesar Rp 16.800 per bulan. 

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Asisten Deputi Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim, Gigih Mulyo dengan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan untuk peserta bukan penerima upah (BPU), maka seorang pekerja akan terlindungi. 

"Karena akan mendapatkan perlindungan yang sama saat mereka mendapatkan musibah kecelakaan saat bekerja pada sektor bukan penerima upah," katanya.

Pada kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya.Rungkut juga melakukan penyerahan simbolis klaim JKM yang diberikan kepada ahli waris Mohammad Bakhori yakni Barokah yang meninggal dunia karena sakit senilai Rp 26 juta dan kepada ahli waris almarhumah Muntamanah yakni Feri Setiawan sebesar Rp 68 juta. Kami berharap dengan adanya penyaluran bantuan ini bisa meringankan beban ahli waris yang ditinggalkan," kata Oki

Sedangkan data santunan yang telah diberikan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Rungkut hingga awal September untuk JHT mencapai 10. 244 kasus dengan nominal Rp 138,62 miliar, JKK sebanyak 958 kasus dengan nominal Rp 7,639 miliar dan JKM sebanyak 100 kasus dengan nominal pencairan Rp 2,913 miliar serta program JP sebanyak 894 kasus dengan nominal Rp1,045 miliar.kbc6

Bagikan artikel ini: