Peduli Lombok, karyawan HCML kirim uang hingga perlengkapan ibadah

Kamis, 6 September 2018 | 15:40 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gempa beruntun yang melanda Pulau Lombok sejak 5 Agustus lalu menghadirkan jiwa kesetiakawanan dari banyak pihak, tak terkecuali dari karyawan Husky - CNOOC Madura Limited (HCML). Karyawan perusahaan migas yang melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di lepas pantai  Madura itu pun tergerak mengirimkan bantuan.

Selain menyalurkan bantuan dari perusahaan bersama  KKKS (Kontraktor Kontrak Kerjasama) dan SKK Migas, HCML juga menggalang dan menyalurkan bantuan dari perusahaan dan karyawan dengan menggandeng lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Bantuan yang disalurkan itu berupa uang tunai  dan barang seperti pakaian, jaket, selimut, sepatu, tas, perlengkapan ibadah (sarung, mukena, sajadah dan peci), Al Quran, buku Iqro, handuk, bantal dan ikat pinggang. Barang yang dikirim untuk pengungsi masih baru, bukan barang bekas pakai.

"Kami menyalurkan bantuan dari perusahaan dan karyawan dalam bentuk uang tunai dan barang-barang yang menjadi kebutuhan dasar di pengungsian, termasuk perlengkapan ibadah. Tidak ada barang bekas, semua barang baru. Kami menggandeng pihak ACT untuk menyalurkan bantuan itu,"  kata Senior Manager Legal, HR & Business Support Wahyudin Sunarya kepada wartawan di Surabaya, Kamis (6/9/2018) pagi.

Ditambahkan, bantuan yang terkumpul dari perusahaan dan karyawan merupakan bentuk empati terhadap penderitaan yang dialami masyarakat Lombok. Sekalipun bantuan yang terkumpul tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat, namun seluruh karyawan HCML berharap, empati dan bantuan itu tidak hanya bisa meringankan beban masyarakat, tetapi juga membuat warga Lombok tidak merasa sendirian.

"Semoga semangat membantu yang kami galang di perusahaan bisa memunculkan energi bagi masyarakat Lombok agar mereka kuat dalam menghadapi bencana ini, sekaligus bisa kembali bangkit. Membangun kehidupan dan industri pariwisata Lombok yang luar biasa menarik dan menjadi penopang perekonomian masyarakat," jelasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: