Mulai lakukan eksplorasi, Sumur ENC-02 simpan cadangan minyak 70 juta barel

Senin, 10 September 2018 | 13:48 WIB ET
Kepala Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa Indra Zulkarnain.
Kepala Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa Indra Zulkarnain.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Setelah melakukan persiapan sekitar tiga bulan, Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) PT Energi Mineral Langgeng (EML) akhirnya memulai kegiatan tajak pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02 di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

General Manager EML Sopandi Tossin mengungkapkan, target kedalaman sumur eksplorasi ini direncanakan mencapai sekitar 9,800 kaki dan akan menembus beberapa jenis lapisan batuan. Di samping untuk mendapatkan data bawah permukaan dari jenis batuan dan unsur geologi lainnya, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuktikan keberadaan hidrokarbon yang ekonomis di perut Bumi Sumenep.

“Kami memperkirakan besar sumberdaya sekitar 70 juta barel minyak”, ujar alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) di Surabaya, Senin (10/9/2018).

Pria berdarah Sunda ini menuturkan, EML adalah perusahan migas nasional yang murni dimiliki oleh pribumi dan tidak ada kontaminasi modal dari luar. Sampai saat ini, menurut Sopandi, secara keseluruhan personel pengelola perusahaan juga merupakan pribumi tulen. Sehingga, segala resiko yang timbul merupakan risiko dan pengorbanan secara pribadi bangsa.

“Yang lebih membanggakan lagi, rig yang kita lihat berdiri (di lokasi) ini, juga dimiliki pribumi yang berasal dari Sumenep,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa Indra Zulkarnain mengaku terkejut setelah tahu bahwa pemilik rig yang digunakan dalam kegiatan ini adalah warga Sumenep. “Jadi ini TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)-nya bisa dibilang 100 persen. Dari situ saja, investasinya kembali lagi ke warga yang berasal dari Kabupaten Sumenep,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Indra ini menjelaskan, SKK Migas mewakili pemerintah sangat menghargai PT EML yang mau berinvestasi di Kabupaten Sumenep. Dia juga menegaskan, karena masih dalam tahap eksplorasi, maka seluruh  biaya dan resiko sepenuhnya masih ditanggung oleh PT EML. 

“Semua biaya belum dikeluarkan oleh SKK Migas atau pemerintah. Jadi semua biaya yang diinvestasikan di sini masih merupakan biaya dari PT EML. Nanti dikembalikan oleh SKK Migas kalau sudah ditemukan cadangan migas yang ekonomis. Kalau nggak ekonomis, kita nggak akan kembalikan biayanya,” tegasnya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Carto, Bupati Sumenep A. Busyro Kariem menegaskan bahwa pemerintah daerah senantiasa mendukung setiap ikhtiar, baik yang dilakukan oleh pribadi, kelompok, maupun korporasi, yang bisa memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumenep.

“Bapak Bupati Sumenep juga berpesan, agar SKK Migas dan EML senantiasa memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan kerja dalam tajak ini. Tingkat resiko harus dikendalikan seminimal mungkin, dan keberhasilan eksplorasi ini adalah harapan kita bersama,” imbuh Cart.

Kiai Busyro juga menghimbau agar masyarakat Desa Tanjung dan sekitarnya untuk tetap tenang, dan melakukan klarifikasi kepada pihak terkait manakala ada informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Mari kita dukung produksi migas dan kegiatan eksplorasi migas ini untuk kepentingan negara, kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pesan Kiai Busyro.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Karimiyah Gapura Sumenep ini juga menegaskan, masyarakat Desa Tanjung dan sekitarnya harus mendukung kelancaran dan kesuksesan eksplorasi ENC-02 ini. “Insya Alloh Desa Tanjung akan semakin tersanjung dengan keberhasilan eksplorasi migas ENC-02 ini.” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: