Kimia Farma serius garap pasar bedak gatal dengan inovasi produk Salicyl

Senin, 17 September 2018 | 09:14 WIB ET

SURABAYA kabarbisnis.com: Tingginya permintaan pasar bedak gatal memicu pebisnis di sektor tersebut mulai serius menggarapnya. Kimia Farma misalnya, berambisi untuk memperbesar kontribusi penjualan bedak gatal terhadap kinerja perseroan dengan melakukan inovasi produk.

“Penjualan produk bedak gatal Kimia Farma masih sangat kecil, kita kalah dengan kompetitor lain karena selama ini kami belum berkonsentrasi menggarapnya. Dengan semakin besarnya ceruk pasar yang ada, maka mulai tahun lalu kami mulai menata strategi baru dengan melakukan inovasi produk bedak gatal,” ujar Marketing Manager OTC Herbal PT Kimia Farma, Bayu Sulendrotomo ditemui saat memperkenalkan produk terbaru Salicyl Fresh acara “Teman Main Salicyl Fresh” di Surabaya, Minggu (15/9/2018). 

Bayu menuturkan bahwa saat ini pasar bedak gatal di Indonesia mencapai Rp 505 miliar per tahun. Dalam setiap tahun, kinerja industri tersebut mengalami pertumbuhan sekitar 7 persen. Sementara bedak gatal dari Kimia Farma baru mampu membukukan penjualan sekitar Rp 15 miliar per tahun atau sekitar 1,85 juta pcs per tahun. 

“Untuk itulah kami mulai melakukan berbagai langkah strategis guna memperbesar market share kami, salah satunya dengan inovasi produk dan sosialisasi dengan menggelar berbagai kegiatan bersama masyarakat secara langsung seperti saat ini, ” lanjutnya.

Jika sebelumnya produk bedak gatal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kimia Farma terkesan kuno, maka dengan inovasi maka dikeluarkanlah produk Salicyl terbaru Salicyl Fresh yang didedikasikan untuk pasar anak-anak. Selain kemasan lebih menarik dengan desain yang kece, produk ini juga telah dilengkapi dengan kandungan menthol. Hal ini akan lebih disukai anak-anak karena memiliki rasa yang lebih segar. 

Karena masih dalam tahap perkenalan, maka produk ini diharapkan terjual sekitar di 450 ribu botol hingga 500 ribu botol seluruh Indonesia di tahun ini. Dan akan naik sekitar 600 ribu botol pada tahun depan. Khusus untuk wilayah Jawa Timur, Salicyl Fresh diharapkan mampu terjual sekitar 200 ribu di tahun ini dan naik dikisaran 300 ribu pada tahun depan. 

Agar lebih dekat dengan anak-anak dan masyarakat pada umumnya, Salicyl Fresh menghadirkan empat ikon bernama Acil, Ibo, Uta dan Sali. Keempat karakter ini yang akan selalu menghibur anak-anak pada saat sosialisasi melalui program “Teman Main Salicyl”.

“Selain itu kami juga akan mengeluarkan produk salicyl beraroma. Kami sudah mulai melakukan riset, harapan kami produk ini akan bisa kami luncurkan tahun depan,” pungkas Bayu.kbc6

Bagikan artikel ini: