Pemerintah berambisi ada 2.200 mobil dan 2,1 juta motor listrik di Indonesia pada 2025

Rabu, 19 September 2018 | 09:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis Indonesia mampu mengembangkan industri kendaraan listrik. Pemerintah, kata dia, menargetkan pertumbuhan pengadaan mobil dan motor listrik sudah signifikan pada 2025.

Hal tersebut sudah tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional. "Kontribusi Kementerian Perhubungan dalam Percepatan Program Pemanfaatan Listrik untuk transportasi termasuk mengembangkan kendaraan listrik atau hibrida pada tahun 2025," ujar Budi di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Untuk kendaraan roda empat berdaya listrik, pemerintah menargetkan 2.200 unit. Sedangkan untuk roda dua sebanyak 2,1 juta. Selain itu, secara bertahap, pemerintah mendorong agar kendaraan umum juga menggunakan daya listrik.

"Jumlah mobil listrik untuk angkutan umum menjadi 10 persen dari total populasi mobil angkutan umum perkotaan pada 2025," kata Budi.

Budi mengatakan, untuk mengalakkan produksi kendaraan listrik, pemerintah juga akan menggandeng universitas. Budi menilai, banyak bibit unggul di kampus-kampus untuk berinovasi. Apalagi, go green semakin kuat dikampanyekan.

"Itu buat beberapa kendaraan listrik yang mereka exercise. Universitas punya daya dobrak tertentu," kata Budi.

Kendaraan listrik saat ini sudah diterapkan di beberapa bandara. Mobil kecil yang mengangkut penumpang ke pintu keberangkatan maupun sebaliknya menggunakan daya listrik. Beberapa waktu lalu juga telah diuji bus listrik di bandara.

Meski harganya lebih mahal, namun sangat efektif menghemat energi dan mengurangi emisi. Kelemahan yang ditemukan yakni daya tahan baterai yang tidak lama. Mobil mengangkut pnumpang di bandara, misalnya, hanya bisa beroperasi selama 12 jam. Setelah itu harus diisi dalam waktu yang lama hingga dayanya terisi penuh.

"Ke depan mungkin baterainya lebih kecil, nge-charge-nya lebih pendek, dan daya tahan lama," kat Budi. kbc10

Bagikan artikel ini: