Metris ingin tetap eksis

Minggu, 10 Januari 2010 | 20:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com : Gelombang group band baru terus mengalir. Kondisi ini memang sangat menggembirakan sehingga ada regenerasi di dunia musik Indonesia. Yang menggembirakan lagi, munculnya group band baru itu datang dari pelosok-pelosok daerah, tentunya mereka juga ingin berkarya di Ibukota, ingin namanya terkenal, ingin menggapai prestasi dan ingin disejajarkan dengan group band yang lahir lebih dulu.

Itulah impian keinginan dari Metris, group band pendatang baru asal Lampung, yang meyakinkan diri memasuki ranah musik Indonesia dengan bergenre pop. Group yang terbentuk 1 Juni 2007 digawangi, Raswin (vocal), Edie (gitar), Teguh (gitar), Dede rum)(keyboard), Aris (bass) serta Canggih (drum). Setelah dua tahun melalang buana, kini meluncurkan album perdananya "Cinta Shifa", dengan singlenya "Bungaku" ciptaan Hendy Irvan/Tranz.

Komposisi lagu Bungaku ini memang terasa sangat menyentuh, karena lirik lagunya berisikan tentang cinta langsung membuat penikmat musik pop terhanyut, larut juga meresap ke relung hati yang paling dalam. Karenanya, jangan heran jika saat ini lagu "Bungaku" berada di chat ketiga tangga lagu di radio asal daerahnya kota gajah, Lampung.

Memang karakter suara Raswin, vokalis Metris nggak bisa dianggap enteng. Suaranya yang berat dibalut pop, membuat singlenya asyik didengar. Ditambah permainan musik mereka yang berualitas, apik dan rapi Karenanya, nggak heran bila band pendatang baru ini sudah punya banyak fans di daerahnya.

"Lagu ini terinspirasi dari pengalaman sehari-hari kita tentang cinta, dan lagu ini lebih spesifik mengangkat tema tentang penyesalan yang selalu saja datang terlambat. Tentang takdir dan tentang kepergian seseorang yang kita cintai, yang biasanya baru kita sadari betapa berartinya seseorang setelah kepergiannya," ungkap Raswin saat ditemui di Studio Nagaswara Jakarta, pekan lalu.

Metris sekelompok anak muda yang memiliki semangat hebat. Bermodal otodidak mereka berani melaju dalam bermusik, tidak ada rasa keder dengan group band papan atas. Akhirnya, semangat dan kualitas musik mereka yang hebat akhirnya dipayungi, Nagaswara untuk tetap berkarya di blantika musik Indonesia.

Sejak terbentuk, kami memang ingin masuk dapur rekaman," sambung Raswin sambil menceritakan Metris kemudiaan diperkenalkan dengan pihak label Nagaswara oleh Hendy Irvan, music director Metris kemudian diserahkan single album dan 2 minggu kemudian langsung dikontrak untuk 3 album.

Edie sang gitar menambahkan Metris bertekad bisa tampil sejajar di panggung musik dengan musisi papan atas. Meski masih baru, Metris hadir dengan konsep yang matang, baik perform maupun

musikalitas. Juga punya talenta yang berbeda. Metris npun ingin tetap eksis di deretan musik Indonesia. (endy)

Bagikan artikel ini: