Sun Life fokus garap pasar millennial.

Kamis, 20 September 2018 | 07:08 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Sun Life Finansial Indonesia bylai berkonsentrasi garap pasar anak muda atau kaum milenial. Langkah ini dengan melihat rendahnya pemahaman serta literasi keuangan pada generasi muda yang akan berdampak meningkatkan risiko timbulnya masalah keuangan bagi mereka di masa yang akan datang. 

Berdasarkan hasil survei nasional tiga tahunan OJK, mengenai literasi dan inklusi keuangan pada 2017, menunjukkan bahwa anak muda yang sudah memiliki pemahaman terkait pengelolaan keuangan masih sangat kecil, terutama di bidang asuransi. Hanya 23,4% generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, atau keyakinan bahkan sikap maupun perilaku keuangan yang baik.   

Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life mengatakan, bahwa kehadiran Kantor Pemasaran Mandiri Sun Life di Surabaya menjadi bentuk komitmen Sun Life dalam mewujudkan visi perusahaan untuk membantu masyarakat Indonesia meraih kesejahteraan finansial, melalui perencanaan keuangan yang tepat, dimulai sejak usia muda. 

“Hal ini sejalan dengan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menjadikan generasi muda sebagai salah satu target utama yang perlu diberikan edukasi terkait pengelolaan dan perencanaan keuangan yang baik,” ujar Elin di Surabaya, Rabu (19/9/1018).

Untuk memudahkan Sun Life dalam menjangkau generasi muda dalam menyediakan layanan, Sun Life hadir dengan inovasi pada desain dan tata ruang dari kantor pemasaran mandiri teranyarnya di Surabaya. Wirasto Koesdiantoro, Chief Agency Officer Sun Life Financial 

Indonesia menambahkan,  

“Mendukung peningkatan literasi keuangan dan asuransi generasi muda, KPM terbaru dari Sun Life ini diharapkan mampu meningkatkan antusiasme dan keinginan masyarakat untuk mulai melakukan perencanaan keuangan jangka panjang, dengan memanfaatkan keunggulan produk dan layanan yang kami berikan,” ujarnya.

Memadukan konsep semi outdoor dan co-working space yang sangat digemari anak muda, kini berdiskusi terkait perencanaan keuangan dan investasi masa depan jadi lebih menyenangkan dan tidak lagi membosankan. 

 

Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur, sekaligus kota kedua terbesar di Indonesia, Surabaya memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan penetrasi dan literasi keuangan, termasuk asuransi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Timur di 2015, jumlah populasi milenial yang lahir antara tahun 1980–2000 tahun di provinsi ini mencapai 11,8 juta jiwa. 

Sementara itu, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi terbesar di luar Jabodetabek, Jawa Timur memiliki peran positif terhadap pengembangan bisnis Sun Life secara nasional. Keseriusan Sun Life dalam mendekatkan diri dengan masyarakat Surabaya dibuktikan dengan kehadiran total 24 KPM di Surabaya, yang terdiri dari 16 KPM Konvensional dan 8 KPM Syariah.  

“Memberikan edukasi terkait perencanaan keuangan, dan membekali generasi muda dengan proteksi asuransi dan investasi menjadi upaya berkelanjutan yang senantiasa dilakukan oleh Sun Life. Kami berharap, kehadiran KPM ini dapat memfasilitasi masyarakat dan generasi muda di Surabaya dan sekitarnya, untuk dapat terus menapaki masa depan dengan lebih percaya diri, mandiri serta meminimalisir risiko yang mungkin terjadi di masa datang,” tutup Elin.kbc6

Bagikan artikel ini: