Indonesia siap ekspor vape pada bulan depan

Rabu, 26 September 2018 | 08:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perkembangan industri hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) atau vape mulai menunjukkan kemajuan. Pasalnya, mulai bulan depan para pelaku usaha di sektor ini bakal mengekspor produknya ke sejumlah negara baik di kawasan Asia, Eropa, maupun Amerika.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan, kabar mengenai rencana ekspor tersebut tentunya kabar baik bagi pemerintah. Meski, jumlahnya belum terlalu signifikan, tetapi paling tidak dengan adanya barang ekspor dari barang kena cukai (BKC) hasil intensifikasi hasil tembakau ini, bisa mendukung program pemerintah yang sedang mati-matian untuk menggenjot ekspor nasional.

“Ini mau ekspor, sebagian akan dilakukan pada bulan depan,” kata Heru di kompleks DPR, Senin (24/9/2018).

Data Bea Cukai menunjukkan bahwa jumlah produsen liquid vape berkisar 150–200 produsen, dengan jumlah konsumen aktif sebanyak 650.000 dan konsumen pasif sebanyak 300.000. Total penerimaan bea cukai dari liquid vape, sampai dengan hari ini mencapai Rp36 miliar.

Plt. Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Ditjen Bea dan Cukai Nugroho Wahyi Widodo mengatakan, sebagai bentuk dukungan terhadap para pelaku usaha liquid vape berorientasi ekspor, bea cukai juga telah menyediakan insentif.

"Nanti kalau jumlah ekspor lebih dari yang untuk dalam negeri akan dapat insentif penundaan pembayaran cukai 2 bulan ke depan," imbuh Nugroho.

Saat ini, berdasarkan data yang masuk ke Ditjen Bea dan Cukai mulai bulan depan produsen vape yang berada di Sidoarjo akan mengekspor 3.000 - 4.000 kemasan vape ke Jepang. Selain itu, produsen vape di Bali juga segera mengekspor produknya ke Amerika Serikat, Dubai, Jerman, dan Rusia.

"Ini memang belum besar tapi awal yang baik. Nilai ekspor sekitar Rp300 juta sekali kirim," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: