Harga acuan telur dan ayam hidup naik jadi Rp18.000-20.000 per Kg

Rabu, 26 September 2018 | 19:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menaikkan harga acuan telur dan daging ayam mulai 1 Oktober 2018. Harga telur untuk acuan pembelian di petani dari sebelumnya Rp 17.000-Rp 19.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 18.000-Rp 20.000 per kg.

Sementara harga telur untuk acuan pembelian di konsumen dari sebelumnya Rp 22.000 per kg menjadi Rp 23.000 per kg. Adapun harga ayam hidup untuk acuan pembelian di petani dari sebelumnya Rp 17.000-Rp 19.000 per kg menjadi Rp 18.000-Rp 20.000 per kg.

Untuk  harga daging ayam untuk acuan pembelian di konsumen dari sebelumnya Rp 32.000/kg menjadi Rp 34.000/kg. Demikian Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta,  Rabu (26/9/2018).

Dengan berubahnya harga acuan untuk telur dan daging ayam itu, sambung Enggar Kemendag akan merevisi Permendag 58/2018 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen.Kenaikan harga produk unggas ini akan mulai berlaku 1 Oktober mendatang.

Enggar menjelaskan keputusan kenaikan harga acuan telur dipengaruhi karena trend harga pakan yang meningkat seiring pelemahan kurs rupiah terhadap dolar.Sekitar 70% biaya pokok produksi dipengaruhi biaya pakan. Hampir 60% komponen biaya pakan seperti bungkil kedelai dan konsentrat masih harus diimpor.

"Kami menyikapi harga telur yang jatuh, supaya kita fair berbicara tidak hanya saat harga naik. Kondisi yang terjadi para pengusaha ternak terutama yang mandiri, harga pakan naik sedangkan harga jual telur turun," ujar Enggar.

Mendag menyebut apabila harga acuan telur tidak naik maka suplai akan bermasalah pada penyediaan pasokan ke depannya .Apalagi, menjelang akhir tahun terdapat perayaan Hari Natal juga membutuhkan ketersediaan protein unggas yang memadai.

"Dari berbagai masukan yang ada, dari peternak telur dan pakan ternak, kita diminta lakukan penyesuaian batas bawah dan batas atas.Kami betul-betul berhati-hati, karena ini akan berpengaruh ke harga jual ke konsumen dan inflasi. Tapi kalau tidak disesuaikan peternak UMKM akan gulung tikar," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: