Harga bahan makanan melandai, Jatim alami deflasi 0,01 persen di September 2018

Senin, 1 Oktober 2018 | 16:38 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Laju Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi di Jawa Timur sepanjang September tercatat mengalami deflasi sebesar 0,01 persen. Kondisi tersebut dipicu oleh turunnya harga berbagai bahan makanan, khususnya daging ayam ras dan telur ayam ras.

“Pada bulan September, kelompok bahan makanan mengalami deflasi yang cukup dalam, yaitu sebesar 0,87 persen akibat turunnya harga berbagai bahan makanan. Selain itu, kelompok transportasi,  komunikasi dan jasa keuangan juga mengalami deflasi sebesar  0,24 persen. Karena deflasi kedua kelompok tersebut cukup tinggi, maka secara keseluruhan laju inflasi jadi pada September 2018 mengalami deflasi sebesar 0,01 persen,” ujar  Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Teguh Pramono di Surabaya, Senin (1/10/2018).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa ada tiga komoditas utama penghambat laju inflasi dan menjadi penyebab deflasi di Jatim, yaitu penurunan harga daging ayam ras dan kedua turunnya harga telur ayam ras. Selain itu, tarif angkutan udara , bawang merah, cabe rawit, cabe cabai merah, tomat sayur, guma, kacang panjang dan susu balita.

Sementara lima kelompok yang mengalami  inflasi adalah kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yang mengalami inflasi sebesar 01,02 persen. Disusul kelompok sandang sebesar 0,41 persen, kelompok kesehatan 0,29 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,23 persen. Selanjutnya kelompok makanan jadi,minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,21 persen. 

“Tiga komoditas utama yang mengalami kenaikan harga tertinggi sepanjang September adalah biaya akademi atau perguruan tinggi, jeruk dan pepaya. Selia. Itu juga ada beberapa komoditas lain yang juga mengalami kenaikan harga walaupun tidak besar, yaitu kentang, emas perhiasan, apel, melon, rokok, ” lanjutnya.

Lebih jauh Teguh mengatakan, dari seluruh kota yang menjadi acuan IHK, lima kota mengalami deflasi dan tiga kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di kota Banyuwangi yang mencapai 0,49 persen dan inflasi tertinggi terjadi di kota Kediri yang mencapai 0,20 persen.

Adapun laju inflasi kumulatif  tahun kalender Jatim Januari hingga September 2018 mencapai 1,78 persen. Sedangkan inflasi Jatim year to year (yoy) September 2018 dibanding september 2017 mencapai 2,75 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: