Banyak bencana, kerugian di RI ditaksir Rp22 triliun per tahun

Rabu, 3 Oktober 2018 | 07:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dalam beberapa tahun terakhir Indonesia diguncang sejumlah bencana alam yang memakan banyak korban jiwa dan harta benda.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahkan menaksir bahwa kerugian akibat bencana selama tujuh tahun terakhir rata-ratanya sebesar Rp 22 triliun.

"Tadi kami juga mendengar TNI dan Polri seperti yang saya sampaikan untuk tahun ini kita melihat pola dari bencana ini selama hampir sekitar 7 tahun terakhir rata-rata nilai kerugian akibat bencana Rp 22 triliun per tahunnya," kata Sri Mulyani di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Guna meminimalisir kerugian dan dana yang dikeluarkan pemerintah lewat APBN, Sri Mulyani pun akan merilis beberapa program pendanaan bencana.

Pada pertemuan internasional IM-World Bank (WB), pemerintah akan meluncurkan asuransi bencana. Tujuannya agar aset-aset negara yang hancur bisa dibangun kembali dari klaim asuransi.

Selain itu, pemerintah juga akan membuat dana himpunan atau pooling fund yang dialokasikan oleh pemerintah pusat dan bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah yang terkena bencana.

Untuk sekarang, Sri Mulyani bilang, pemerintah sudah mengucurkan dana Rp 560 miliar untuk penanganan bencana Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah.

Dana tersebut pun masih bisa bertambah jika BNPB mengusulkan kembali dana penanggulangan bencana.

"Untuk Palu kan saya sampaikan Rp 560 miliar tapi saya akan lihat lagi berapa yang sebenarnya pure untuk Palu. Karena waktu menyampaikannya BNPB memasukkan kebutuhan mereka termasuk untuk Lombok, jadi kita lihat berapa kebutuhan mereka," ungkap dia. kbc10

Bagikan artikel ini: