KBRI Riyadh selamatkan Jamaah dari hukuman mati karena dituduh menyihir anak majikan

Kamis, 4 Oktober 2018 | 10:43 WIB ET

RIYADH, kabarbisnis.com: Semangat “menghadirkan negara” di tengah-tengah WNI di Arab Saudi dibuktikan oleh KBRI Riyadh dengan menyelamatkan Jamaah  Binti Sarikan Diman asal Desa Teluk Batang Kecamatan Kayong Utara, Ketapang, Kalimantan Barat. Kepolisian Arab Saudi menangkap yang bersangkutan pada tanggal 3 Februari 2010 karena tuduhan melakukan praktek sihir yang mengakibatkan anak majikan menderita sakit permanen.

"Awalnya, majikan Jamaah menuntut ganti rugi materil sebesar SAR 1.080.000 setara Rp 3,8 miliar karena anaknya lumpuh akibat (katanya) disihir oleh Jamaah. Namun kemudian majikannya mengubah tuntutan menjadi qisas (hukuman mati). Di sidang ke delapan belas pada 12 September 2018, Pengadilan akhirnya menolak tuntutan majikan dan membebaskan Jamaah," kata Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh abegebriel.

Atase Hukum KBRI, Muhibuddin melakukan penjemputan Jamaah binti Sarikan dari penjara dan diantar ke KBRI Riyadh. Agus Maftuh Abegebriel menyambut kedatangan Jamaah dan memberikan ucapan selamat.

Ucapan selamat juga diberikan oleh para prajurit TNI yang sedang bertugas di Arab Saudi dengan dikomandani oleh Atase Pertahanan KBRI Riyadh, Brigjend Drajad Brima Yoga.

Dalam pesannya, Dubes Maftuh menegaskan bahwa KBRI Riyadh berkomitmen untuk tidak membiarkan WNI sendirian menghadapi proses hukum, terutama WNI yang diancam hukuman mati. Pendampingan kasus-kasus HPC (High Profile Case) yang terancam hukuman mati menjadi prioritas utama. 

"Jamaah saat ini sudah berada di rumah singgah Ruhama (Rumah Harapan Mandiri) KBRI di Riyadh, bergabung dengan para ekspatriat Indonesia lainnya yang belum beruntung, menunggu proses pemulangannya yang agar segera diselesaikan oleh KBRI," kata Agus Maftuh. kbc10

Bagikan artikel ini: