Pegadaian incar omzet Rp130 triliun hungga akhir tahun ini

Kamis, 4 Oktober 2018 | 11:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pegadaian (Persero) mengklaim kinerja keuangan mereka berhasil mencatatkan positif selama kuartal lll 2018.

Direktur Utama Pegadaian Sunarso meyakini kinerja akan terus positif hingga akhir 2018. Per Agustus 2018, Pegadaian memiliki omset mencapai Rp 87,031 triliun. Pegadaian menargetkan mampu meraih omset hingga Rp 130 triliun di akhir 2018.

Sedangkan untuk laba bersih juga ditargetkan sebesar Rp 2,7 triliun, naik dari perolehan 2017 sebesar Rp 2,5 triliun. Pegadaian juga menargetkan aset meningkat menjadi Rp 58 triliun serta jumlah penyaluran pinjaman naik sekitar Rp 10 triliun menjadi Rp 48,3 triliun.

“Dalam lima tahun kedepan, visi utama kami, Pegadaian harus menjadi the most valuable finance company in Indonesia. Itu akan diukur dengan ukuran-ukuran kinerja keuangan," ujar Sunarso dalam keterangan tertulis, Kamis (4/10/2018).

Selama kuartal III, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp 1,843 triliun, naik dari posisi sama tahun lalu sebesar Rp 1,644 triliun, atau tumbuh sebesar 12 persen. Kenaikan laba bersih ditopang oleh melonjaknya pendapatan sebesar Rp 7,540 triliun. Sementara beban usaha tercatat sebesar Rp 5,018 triliun.

Sunarso mengatakan, kinerja positif di kuartal III menunjukkan bahwa perseroan masih dipercaya masyarakat meski perusahaan gadai swasta terus berkembang. Pegadaian telah menyiapkan diri untuk meningkatkan jangkauan layanan dengan program Corporate Social Responsibility yang disebut Pegadaian Bersih-Bersih, yang terdiri dari Program Bersih Administrasi, Bersih Hati, dan Bersih Lingkungan.

Untuk mencapai semua itu, strategi yang sudah disiapkan Pegadaian dikenal dengan nama G5star. Terdiri dari Grow core, Grab New Business Opportunity, Grooming Talent, Generation Ztechnologyatau The Latest Technology, serta Great Culture.

Dengan tercapainya program transformasi di tubuh Pegadaian, diharapkan kinerja Pegadaian akan semakin tumbuh berkembang kedepannya. "Selain mencari keuntungan, kami juga harus mencari nama baik. Karena itu, mimpi kami selanjutnya, adalah menjadi bagian dari inklusi keuangan nasional yang penting,” kata Sunarso.

Sunarso mengatakan, tahun ini, Pegadaian menargetkan memiliki 8.044 agen diseluruh Indonesia, yang terdiri dari 3.000 agen gadai, 6.000 agen pemasaran, dan 2.044 sales force. Hingga akhir Agustus 2018, jumlah agen yang sudah bergabung sebanyak 6.003 agen diseluruh Indonesia. Jumlah agen saat ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 1,45 persen.

Sementara untuk memperluas jangkauan layanan, selain menambah jumlah agen, Pegadaian juga memberikan layanan online melalui aplikasi, menambah produk baru seperti gadai tanpa bunga, gadai tanah syariah, dan layanan berbasis fintech.

Namun, kondisi persaingan di bisnis gadai semakin ketat, dengan terbitnya Peraturan OJK 31/2016 yang memungkinkan masuknya pemain-pemain baru di industri gadai, seperti fintech. Sampai saat ini, pergadaian swasta yang terdaftar maupun yang mendapatkan izin OJK sebanyak 52 perusahaan. 

Hingga akhir Agustus 2018, Pegadaian memiliki sebanyak 12 kantor wilayah yang membawahi sekitar 4.571 outlet. Jumlah ini mampu melayani sebanyak 6.992 ribu nasabah, dengan omset mencapai Rp 87,031 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: