Aneka makanan pedas, gurih dan manis di Pucuk Coolinary X Jatim Fair 2018

Rabu, 10 Oktober 2018 | 00:14 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Jawa Timur memiliki beragam makanan alias kuliner khas. Masing-masing daerah memiliki kuliner andalan. Namun ada ciri khas tersendiri bagi lidah masyarakat di provinsii ini terhadap cita rasa makanan yang disukai. Adalah pedas, gurih, dan manis merupakan cita rasa makanan yang paling banyak diminati.

Hal itu yang mendasari Teh Pucuk Harum untuk ikut berpartisipasi dalam acara Jatim Fair 2018 dengan menghadirkan kawasan kuliner Pucuk Coolinary X Jatim Fair 2018 di Grand City Convex Surabaya pada 9-14 Oktober 2018. Ajang tahunan ini adalah dalam rangka HUT Provinsi Jawa Timur ke-73.

Region Sales Promotion Head Teh Pucuk Harum, Agustinus Prio Sanyoto menuturkan, Pucuk Coolinary X Jatim Fair 2018 merupakan peluang bagi pelaku UMKM untuk bisa mempromosikan produknya kepada masyarakat umum.

"Pucuk Coolinary X Jatim Fair 2018 hadir sebagai bentuk dukungan dan apresiasi Teh Pucuk Harum bagi para UMKM berbasis kuliner di wilayah Jawa Timur khususnya Surabaya untuk dapat terus berkreasi dalam menyajikan kuliner terbaiknya," katanya di sela pembukaan Pucuk Coolinary X Jatim Fair 2018 di Grand City Convex Surabaya, Selasa (9/10/2018).

Dipaparkannya, dengan menghadirkan lebih dari 30 tenant kuliner rasa manis, gurih dan pedas, pihaknya ingin memberikan pengalaman kuliner yang seru bagi para foodies untuk dapat menemukan rasa favorit mereka ditemani oleh Teh Pucuk Harum dengan rasa manis yang pas, gak bikin haus lagi, dan gak nyangkut di leher serta membuat sensasi makan semakin nikmat.

Beberapa kuliner seperti Pentol Gilaaa!!!, Nasi Cumi Pasar Atom, Mie Jogging, Warung Mie Gobyozzz, Nasi Goreng Jancuk, Ayam Goreng Nelongso, Rujak Cingur Bu Nur Aini Sedati, Nasi Krawu Buk Ade, Roti John Kedai Viral, Surabaya Patata, Ohana Gelato, Vallens Cake dan masih banyak lagi lainnya telah berpartisipasi dan meramaikan kawasan Pucuk Coolinary X Jatim Fair 2018 di Grand City Convex Surabaya.

”Kami berharap kehadiran area Pucuk Coolinary X Jatim Fair 2018 di Surabaya ini dapat mewadahi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner Jawa Timur khususnya Surabaya agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya beli di kota tersebut sekaligus memperkenalkan kuliner khas kota Surabaya serta memberikan pengalaman kuliner yang seru bagi para foodies,” tutur Prio.

Budiono Sukses, sebagai salah satu Vlogger Surabaya mengatakan, tren kuliner di Surabaya tidak bisa lepas dari tiga hal. ”Di Surabaya ini yang penting adalah rasa, harga dan porsinya besar jadi bisa dimakan rame-rame,” ujarnya.

Jawa Timur sendiri menurutnya merupakan satu daerah yang kaya akan kuliner. Provinsi ini juga memiliki ciri khas makanan, yaitu campuran petis yang biasanya terdapat dalam beberapa menu makanan.

”Kuliner telah menjadi tren dan gaya hidup masyarakat, dimana peran media sosial turut mendorong semakin dikenalnya beragam kuliner sehingga dapat dikenal ke seluruh Indonesia, seperti halnya aneka akuliner di Surabaya,” ujar Budiono Sukses.

Jatim Fair 2018 diikuti lebih dari 500 stand yang terdiri dari berbagai produk unggulan Jawa Timur dimana pelaku UMKM memiliki peranan yang besar di event ini. Industri UMKM mampu menyerap tenaga kerja hampir 95 persen dan menghidupkan perekonomian di Jawa Timur.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia mencatat, sub-sektor kuliner berkontribusi 41,4% dari total kontribusi perekonomian kreatif Rp 922 triliun pada 2016. Jumlah tersebut merupakan yang paling tinggi dibandingkan 16 sub-sektor lainnya menurut Bekraf Republik Indonesia. 

“Saya berharap dengan adanya berbagai event skala nasional di Jawa Timur yang melibatkan para pelaku UMKM, salah satunya UMKM kuliner dapat memajukan industri kuliner di Indonesia,” tambah Budiono Sukses. kbc7

Bagikan artikel ini: