Pemerintah maju-mundur soal harga BBM, DPR beri catatan khusus

Kamis, 11 Oktober 2018 | 15:09 WIB ET
Ridwan Hisjam
Ridwan Hisjam

JAKARTA, kabarbisnis.com: Maju-mundurnya pemerintah dalam memutuskan penaikan harga BBM menuai kritik. Menurut Pimpinan Komisi VII DPR RI, Ridwan Hisyam, apa yang dilakukan Menteri ESDM Ignasius Jonan itu menjadi catatan bagi DPR RI, khususnya Komisi VII yang membidangi energi.

Dalam keterangan tertulisnya, Ridwan mengungkapkan, beberapa kali rapat dengar pendapat (RDP) dan rapat kerja (raker) dengan Komisi VII DPR RI, pemerintah selalu memberikan alasan alasan terkait kebijakan untuk tidak menaikkan harga premium selaku BBM khusus penugasan non subsidi. 

"Walaupun kebijakan tersebut (penaikan harga premium) dibatalkan, tetapi publik dapat menilai bahwa ada sesuatu di balik kebijakan tersebut," ujarnya, Kamis (11/10/2018).

Saat mengumumkan penaikan, Menteri ESDM RI, Ignasius Jonan menyampaikan alasan. Demikian pula ketika mengumumkan penurunan juga disertai alasan. 

Tetapi, karena jarak waktu antara kedua pengumuman itu sangat berdekatan, membuat publik pasti akan bertanya-tanya. "Apalagi situasi politik semakin eskalatif," imbuh politisi Golkar dari Jawa Timur ini.

Dia mengatakan, pada saat yang sama, Pertamina mengalami defisit yang semakin besar dalam penjualan premium. Defisit itu sudah berjalan hampir dua tahun terakhir ini. Hal ini karena kesenjangan biaya pembelian BBM yang lebih besar dibanding harga jualnya. 

Terakhir pemerintah menetapkan harga premium terhitung mulai 1 April 2016, yaitu dari harga Rp6.950 per liter turun menjadi Rp6.550 per liter. 

Saat itu, harga minyak dunia masih berada pada kisaran 37-45 Dollar AS. Sedangkan saat ini sudah mencapai 85 Dollar AS, naik dua kali lipat (100%) dari harga April 2016.

Oleh karena itu, menurut Ridwan Hisyam, sangat penting bagi Komisi VII DPR RIsebagai lembaga yang membawa aspirasi rakyat dan mengawasi kebijakan pemerintah, terutama soal kenaikan harga BBM, untuk memanggil Menteri ESDM guna menjelaskan secara komprehensif hal tersebut. kbc10

Bagikan artikel ini: