Soal recall kendaraan, Honda: Itu bentuk tanggung jawab ke konsumen

Jum'at, 12 Oktober 2018 | 07:40 WIB ET

BEKASI, kabarbisnis.com: Program penarikan kembali (recall) jamak terjadi pada industri otomotif. Langkah itu dilakukan karena mobil yang bersangkutan mengalami masalah dan dinilai menyangkut keselamatan dan kenyamanan konsumen.

Seperti yang terjadi pada pabrikan Honda, dimana kampanye ini sudah mencapai lebih dari 1 juta unit yang harus diperbaiki karena airbag Takata. Tetapi lebih dari 52 persen sudah diganti komponennya.

Namun demikian, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan, tidak takut dicap jelek oleh masyarakat. Apalagi langkah ini dilakukan untuk memperbaiki komponen yang bermasalah.

"Justru kita tanggung jawab dengan apa yang telah terjadi. Pernah kami melakukan survei, dan hasilnya konsumen tidak masalah dengan recall, justru memang harus terbuka dan bertanggung jawab," ujar Jonfis di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (10/10/2018).

Jonfis mengakui, konsumen yang menganggap negatif juga pasti ada, tetapi HPM tidak mempedulikan itu. Secara tujuan sudah jelas bagus, artinya Honda peduli dengan keselamatan dan kenyamanan konsumen.

"Meskipun di Indonesia belum ada kejadian seperti di luar negeri, tetapi kita tetap diintruksikan untuk melakukan recall pada model yang memang teridentifikasi bermasalah," kata Jonfis. kbc10

Bagikan artikel ini: