Apindo sebut Sariwangi pailit akibat kalah bersaing

Kamis, 18 Oktober 2018 | 17:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana menilai bangkrutnya PT Sariwangi Agricultural Estate Agency dipicu oleh ketidakmampuannya bersaing dalam industri teh Tanah Air. Pasalnya, pangsa pasar Sariwangi juga mengalami penurunan beberapa tahun terakhir.

"Secara competitiveness mereka juga lemah dan market share mereka juga menurun ya saat itu, sehingga kita punya analisa mungkin kapasitas ekonomi saja," katanya saat ditemui Medcom.id di Gedung Pakarti Center, Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Danang mengkhawatirkan banyaknya kasus serupa dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap perbankan sebagai pemberi pinjaman. Namun demikian, ia enggan berkomentar lebih lanjut lantaran tidak mendalami secara serius kasus kepailitan Sariwangi.

"Potensi kehilangan kepercayaan orang terhadap perbankan karena mereka yang pailit ini mendapat banyak loan dari bank. Saya enggak tahu betul," imbuh dia.

Seperti diketahui, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menyatakan status PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (Sariwangi) dan PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (Indorub) pailit. Pengadilan mengabulkan pembatalan perjanjian perdamian yang diajukan PT Bank ICBC Indonesia.

Kuasa Hukum ICBC Swandy Halim dari Kantor Hukum Swandy Halim & Partners menjelaskan kedua perusahaan itu lalai menjalankan kewajibannya untuk membayar utang.

Swandy mencatat utang Sariwangi kepada ICBC per tanggal putusan pengesahan perdamaian (9 Oktober 2015) sebesar USD20.505.166 (USD20,5 juta). Sementara utang Indorub kepada ICBC sebesar USD2.017.595 (USD2,01 juta), dan Rp4.907.082.191 (Rp4,9 miliar). kbc10

Bagikan artikel ini: