BI pertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen

Selasa, 23 Oktober 2018 | 16:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI-7RR) pada 5,75 persen.

Keputusan itu diambil melalui Rapat Dewan Gubernur Bulanan yang digelar pada 22-23 Oktober 2018. Baru pada 27 September 2018 lalu, BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen.

Sementara itu, suku bunga deposit facility tetap 5 persen dan lending facility masih 6,5 persen. 

"Keputusan tersebut konsisten dengan upaya untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas aman dan mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik," ujar Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Diketahui, defisit neraca berjalan dalam kuartal II 2018 sebesar 2 persen dari PDB. Untuk kuartal III, diprediksi neraca masih mengalami defisit. Mirza mengatakan, mempertahankan suku bunga BI diharapkan dapat memperkuat Indonesia di tengah ketidakpastian global. Untuk itu, BI menempuh strategi moneter, baik di pasar rupiah maupun pasar valas.

"Kami memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan eksternal untuk mendongkrak ekspor dan impor," kata Mirza.

Selanjutnya, bank sentral akan terus mengamati perkembangan kondisi ekonomi global. BI memastikan hal tersebut agar ada langkah-langkah antisipasi atau penanggulangan jika sewaktu-waktu terjadi dinamika global. "Kami akan terus mencermati perkembangan perekonomian seperti CAD, nilai tukar rupiah, stabilitas keuangan, dan inflasi untuk memastikan stabilitas ekonomi," kata Mirza.

Sejak Mei 2018, Bank Indoensia telah menaikkan 150 bps. Setiap kenaikan tersebut menyusul kenaikan suku bunga acuan AS atau The Fed. Belakangan, The Fed kembali menaikkan suku bunga AS sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 2-2,5 persen.

Mirza mengatakan, untuk tahun ini, The Fed kemungkinan masih akan menaikkan suku bunga seklai lagi pada Desember 2018. Untuk 2019 juga diprediksi naik tiga kali dan 2020 naik sekali. "Kami juga pasti akan memperhatikan negara-negara tetangga suku bunganya seperti apa. Itu jadi perhatian BI," kata Mirza.

Untuk diketahui, BI sendiri sudah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 150 bps selama 2018 ini. Berikut datanya:

  • 18 Januari 2018 : 4,25%
  • 15 Februari 2018 : 4,25%
  • 22 Maret 2018 : 4,25%
  • 19 April 2018 : 4,25%
  • 17 Mei 2018 : 4,50%
  • 30 Mei 2018 : 4,75%
  • 29 Juni 2018 : 5,25%
  • 19 Juli 2018 : 5,25%
  • 15 Agustus 2018 : 5,50%
  • 27 September 2018 : 5,75%.

kbc10

Bagikan artikel ini: