Elektronik dan makanan kaleng jadi barang yang banyak diselundupkan ke RI

Rabu, 24 Oktober 2018 | 08:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyebutkan bahwa barang-barang elektronik dan makanan serta minuman (mamin) menjadi dua komoditas yang kerap diselundupkan melalui perbatasan Indonesia.

Menteri yang kerap disapa Enggar tersebut mencontohkan makanan kalengan sering didistribusikan secara ilegal ke dalam negeri lewat wilayah perbatasan. “Dari yang ringan saja, makanan kalengan itu banyak diseludupkan. Banyak sekali komoditas yang diselundupkan lewat jalur perbatasan,” kata Enggar di Auditorium Utama Gedung Kemendag, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggriono pun menambahkan bahwa barang elektronik juga tak jarang diselundupkan, mulai dari handphone hingga laptop.

“Kebanyakan barang-barang elektronik dan juga bahan pangan terutama makanan dan minuman, bahkan sampai minuman beralkohol itu banyak diselundupkan,” imbuh Veri.

Penyelundupan barang-barang tersebut dikatakan Veri berpotensi menyebabkan kerugian besar terhadap negara. Veri mencontohkan, penyelundupan alkohol saja mampu merugikan negara hingga Rp 1 triliun lebih.

Oleh karenanya, Kemendag menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjaga alur perdagangan dan menjaga konsumen di wilayah perbatasan. “Itu kalau kita lihat sebanyak 70 hingga 80 persen minuman alkohol selundupan. Mudah-mudahan dengan kerja sama Kemendag dan TNI bisa menguranginya,” sambung Veri.

Adapun terkait negara asal selundupan, Veri tidak menyebutkan secara spesifik. Hal itu tergantung dari wilayah yang dekat dengan perbatasan.

Namun demikian, ada beberapa wilayah rawan menjadi sasaran barang selundupan. Wilayah tersebut adalah yang berbatasan langsung Kalimantan Barat, Batam, hingga Pantai Sumatera. kbc10

Bagikan artikel ini: