Masuk RI, Alipay dan WeChat Pay diminta pakai rupiah

Rabu, 24 Oktober 2018 | 08:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Alipay dan WeChat Pay tengah memproses langkah ekspansi bisnisnya di Indonesia. Untuk mewujudkan ekspansi tersebut, kedua perusahaan harus terlebih dulu memenuhi persyaratan dari lembaga terkait seperti Bank Indonesia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng mengatakan, aturan ini tertuang dalam Undang-Undang Mata Uang, yang menyebutkan jika transaksi di Indonesia wajib menggunakan Rupiah. Terlepas tujuan ekspansi pelayanan Alipay dan WeChat Pay menyasar wisatawan Tiongkok di Indonesia.

"Mereka harus persiapkan semua. Kalau mau ekspansi ke Indonesia harus menggunakan rupiah dalam setiap transaksinya," kata dia di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

BI juga memberikan persyaratan, Alipay dan WeChat Pay wajib menggandeng bank besar (BUKU IV) demi bisa membuka layanan di Indonesia.

Saat ini Alipay dan WeChat memang tengah menjajaki kerjasama dengan perbankan di Indonesia. Namun hingga kini belum ada keputusan terkait perbankan yang digandeng perusahaan asal Tiongkok ini.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara mengapresiasi upaya ekspansi perusahaan group dari Alibaba tersebut ke Indonesia.

"Di sana (Tiongkok) penggunaan pembayaran menggunakan WeChat dan Alipay sangat dominan. Sehingga kalau kita ingin undang turis masuk dari Tiongkok, maka kita juga harus bisa fasilitasi turis Tiongkok bisa menggunakan keduanya di Indonesia. Prinsipnya kita siap membantu," ujar Mirza. kbc10

Bagikan artikel ini: