Daya beli melemah, penjualan LCGC meredup

Sabtu, 27 Oktober 2018 | 08:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Selama beberapa tahun terakhir penjualan model Low Cost Green Car (LCGC) atau Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar Harga dan Terjangkau (KBH2) menjadi sebuah pendorong penjualan otomotif Tanah Air. Namun tahun ini penjualannya diprediksi akan turun.

Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menjelaskan pasar LCGC tahun ini sedikit menurun pangsa pasarnya. Tahun lalu pasar LCGC menyumbang sebanyak 22,3% dari total pasar. Sedangkan tahun ini menjadi 19,7% dari total pasar mobil. "Kondisi daya beli belum mendukung pertumbuhan pasar LCGC," kata Amelia, Jumat (26/10/2018).

Alhasil ada koreksi penjualan pada penjualan Daihatsu. Menurut Amelia, penjualan merek Ayla turun tetapi model Sigra naik. Dari data yang dihimpun Daihatsu periode Januari - September 2018, penjualan retail Sigra mencapai 35.685 unit atau naik tipis dibanding tahun lalu mencapai 34.264 unit. Sedangkan penjualan retail Ayla dalam sembilan bulan 2018 mencapai 17.812 unit atau turun dari periode sama tahun lalu sebanyak 20.054 unit.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, secara pangsa pasar LCGC Toyota memang ada kenaikan. Namun menurutnya karena ada penurunan penjualan kompetitor yakni Honda Brio pada semester I-2018.

Hal ini karena Honda meluncurkan produk Honda Brio barunya pada akhir tahun. Terbukti dari Januari sampai September market share Toyota Agya mencapai lebih dari 61%. "Pasar LCGC belum akan naik. Kami melihat untuk pasar entry level masih banyak yang mencari MPV," kata Soerjo beberapa waktu lalu.

Sebagai catatan, LCGC di Toyota saat ini terbagi menjadi dua segmen, yaitu segmen MPV dan hatchback. Toyota Agya yang mengisi segmen entry hatchback merupakan kontributor utama untuk penjualan hatchback Toyota. Sementara Calya juga menjadi salah satu kontributor terbesar di segmen MPV.

Di bulan September 2018 ini, Toyota berhasil meraih angka penjualan di wholesales (WS) 29.821 unit dengan pangsa pasar Toyota naik menjadi 32%, meningkat dibanding bulan sebelumnya yang membukukan market share 30,5%. Pertumbuhan pangsa pasar tersebut berasal dari segmen hatchback, MPV dan SUV.

TAM masih meyakini tahun ini pangsa pasarnya tetap di atas 30%. Adapun secara penjualan nasional menurutnya susah untuk bertumbuh. Menurutnya banyak faktor dadakan yang memengaruhi pasar nasional saat ini. Misalnya saja nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang melemah.

Marketing and After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy menjelaskan, secara umum pasar otomotif dirasakan berjalan stagnan. Banyak hal yang menghawatirkan seperti kondisi nilai tukar, suku bunga yang naik, dan lainnya.

"Mobil baru dan mobil komersial yang bertumbuh cukup tinggi beberapa tahun ini. Tapi belum memicu kenaikan pasar seperti saat LCGC diperkenalkan di Indonesia," kata Jonfis.

Awal bulan ini, Honda mulai mengirim Honda Brio terbaru. Ditargetkan penjualan Brio akan seluruh model akan mencapai 4.000 unit per bulan. Dengan komposisi model LCGC yakni Brio Satya mencapai 90% dari total penjualan. Dan sisanya model RS. kbc10

Bagikan artikel ini: