Go-Jek dikabarkan berburu pendanaan baru Rp22,7 triliun, untuk apa?

Kamis, 1 November 2018 | 15:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Go-Jek dikabarkan tengah meyelesaikan negosiasi untuk pendanaan baru yang menargetkan total dana terkumpul senilai US$1,5 miliar atau setara dengan Rp22,7 triliun. Pendanaan baru ini diperkirakan akan melejitkan valuasi perusahaan tersebut jadi US$9 miliar. 

Hal ini diungkap oleh sumber anonim The Information, Go-Jek telah bernegosiasi untuk mendapat pendanaan baru selama berbulan-bulan. Saat ini Go-Jek tengah berada di tahap akhir dari negosiasi tersebut. Berdasarkan data Crunchbase, putaran pendanaan anyar ini adalah seri corporate round Go-Jek.

"Jika ada lebih banyak investor yang berpartisipasi," maka valuasi perusahaan akan melejit jadi ratusan triliun senilai US$9 miliar (Rp135,6 triliun) atau lebih, jelas sumber anonim tersebut, seperti dilaporkan e27. 

Dari pendanaan seri E sebelumnya, Go-Jek telah mendapat guyuran dana dengan total US$1,2 miliar. Gelontoran dana itu membuat nilai perusahaan ini meroket ke angka Rp4,5 miliar. 

Pendanaan seri E pada putaran sebelumnya, terutama didapat dari para investor dari pendanaan seri sebelumnya yaitu Google, Tencent, dan JD. Meski demikian, ada juga investor-investor anyar yang ikut mengucurkan pendanaannya untuk Go-Jek seperti grup Djarum misalnya. 

Go-Jek juga disebutkan bahwa lewat pendanaan baru ini pihaknya akan memperdalam aliansi dan mencari kolaborasi bisnis dengan rekanan strategisnya. 

Belakangan Go-Jek juga terus melakukan ekspansi bisnis dengan agresif meluaskan layanannya di Asia Tenggara, salah satunya di Vietnam dengan Go-Viet dan Thailand dengan GET.

Jika Go-Jek berhasil mendapat investor dengan guyuran dana sesuai yang ditargetkan, maka nilai valuasi Go-Jek akan makin mendekati Grab yang saat ini perusahaannya ditakar senilai US$11 miliar. 

Valuasi ini naik dari setelah Grab juga diperkirakan mengincar pendanaan baru dengan total US$3 miliar di akhir 2018 dari putaran pendanaan terbarunya. Saat ini perusahaan itu baru mendapat US$2 miliar, seperti disebutkan Chairman Grab Ming Maa Agustus lalu, seperti dilaporkan VulcanPost. 

Go-Jek dan Grab tengah dalam kompetisi untuk menjadi SuperApp bagi konsumen mereka di Asia Tenggara. Bukan cuma Grab dan Go-Jek yang berambisi jadi SuperApp, Bukalapak dan Tokopedia juga tengah mengincar predikat yang sama di pasar Indonesia. 

SuperApp adalah aplikasi dimana pengguna bisa menemukan semua yang mereka butuhkan dalam kehidupan sehari-hari dalam satu aplikasi saja. kbc10

Bagikan artikel ini: