Tim SAR sudah evakuasi164 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat JT 610

Selasa, 6 November 2018 | 07:57 WIB ET
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Hingga Senin (05/11) malam, tim SAR telah mengevakuasi 164 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610. Khusus Senin kemarin, tim SAR berhasil mengevakuasi 26 kantong jenazah ke Posko Terpadu di JITC 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Setelah diberi label oleh tim DVI, seluruh jenazah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.

"Di lapangan, kami masih bersemangat, bersinergi, dengan seluruh stakeholder yang terlibat dalam operasi SAR untuk menemukan saudara-saudara kita yang menjadi korban," kata Kabasarnas Marsdya TNI M Syaugi melalui Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto saat konferensi pers seperti dikutip dari siaran persnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabasarnas selaku SAR Coordinator (SC) menegaskan bahwa operasi SAR diperpanjang selama tiga hari. Perpanjangan tersebut setelah dilaksanakan evaluasi menyeluruh dan koordinasi dengan seluruh stakeholder serta melihat langsung situasi dan kondisi di lapangan.

"Kami kerahkan seluruh daya dan upaya kami dengan didukung peralatan yang canggih, sinergitas dan soliditas seluruh tim gabungan, serta doa dari seluruh masyarakat, operasi SAR dapat segera kami tuntaskan," tegasnya.

Pelaksanaan operasi pencarian masih pada prioritas 1 untuk pencarian bawah laut yang terbagi dalam 2 sektor, yakni 1A dan 1B. Pada sektor 1A terdapat Kapal Baruna Jaya yang dilengkapi dengan peralatan Multi Beem Exho Sounder (MBES), Ping Locator, dan Remotly Operated Underwater Vehicle (ROV).

Sementara sektor 1B, mengerahkan Kapal Dunamos Pertamina yang dilengkapi dengan peralatan Side Scan Sonar, MBES, Ping Locator, dan Differential Global Positioning System (DGPS). Di 2 sektor ini, pencarian dilakukan pada radius 250 meter dengan mengerahkan 151 penyelam gabungan dari Basarnas, Kopaska, Denjaka, Taifib, Brimob POSSI Semarang, Indonesia Diver Rescue Team, dan lainnya. Spot atau titik-titik penyelaman sebelumnya sudah pasti dan terlihat dari citra atau gambar ROV.

Selanjutnya, Basarnas membagi tim penyelam secara rinci dan detail mengingat operasi bawah air ini cukup beresiko. Sedangkan Prioritas 2, pencarian dilaksanakan di permukaan dengan melibatkan puluhan kapal, masing-masing dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, KPLP, KSOP, Bea Cukai, Bakamla, BPPT, KKP, Pertamina ditambah dari Potensi SAR lainnya, termasuk nelayan.

Tidak hanya itu, tim yang berada di Posko Aju Tanjung Pakis juga melakukan penyapuan dan penyisiran di sepanjang perairan tersebut.

Seperti diketahui, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Cengkareng - Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10/2018) pagi. Pesawat yang membawa 189 orang itu jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. kbc9 

Bagikan artikel ini: