BI tak jamin suku bunga stagnan di tahun depan

Rabu, 7 November 2018 | 07:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tahun 2019 diprediksi akan menjadi tahun dengan tren suku bunga naik imbas dari kebijakan AS yang agresif melakukan kenaikan suku bunga di negaranya. Beberapa negara di kawasan regional diperkirakan akan berlomba menaikkan suku bunga acuannya guna menarik dana untuk menjaga likuiditas.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo menyebutkan pihaknya belum dapat menentukan apakah Indonesia akan mengikuti tren suku bunga naik atau tetap.

"Jadi tentunya kami belum bisa bilang suku bunga akan naik atau turun atau tetap, tapi tergantung pada assessment ke depan. Sebentar lagi akan ada Rapat Dewan Gubernur, kelihatan nanti di hasil rapat," kata Dody di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Dia menyatakan, BI akan melihat semua faktor dan perkembangan yang terjadi, baik global maupun domestik. "Yang lebih penting forward looking-nya bagaimana kami melihat risiko, proyeksi ke depan untuk kebijakan makro. Jadi stance kebijakan sendiri apakah kami akan mengubah posisi dari suku bunga? Sangat data dependent," ujarnya.

Selain itu, kondisi ekonomi global terutama adanya perang dagang diduga akan sangat berpengaruh. Kondisi tersebut akan sangat ditentukan oleh hasil pertemuan-pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.

"Kami lihat dulu outlook globalnya seperti apa, apakah tekanan trade itu akan semakin tinggi atau hasil dari pertemuan itu konteksnya lebih positif, jadi itu nanti akan pengaruhi negara-negara lain dalam mengambil posisi. Jadi ini sangat dinamis dari waktu ke waktu," dia menandaskan. kbc10

Bagikan artikel ini: