Upsus Siwab beri tambahan populasi sapi 2,38 juta ekor

Senin, 12 November 2018 | 20:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siwab) yang diluncurkan Kementerian Pertanian (Kementan)  sejak akhir 2016 sampai 4 November menambah populasi sapi sebesar 2,38 juta ekor.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/11/2018) menuturkan program Upsus Siwab ditopang diantaranya melalui inseminasi buatan (IB) , intensifikasi kawin alam (INKA) dan optimalisasi dan penanggulangan gangguan reproduksi.

Menurut Ketut dari program ini masih terdapat potensi pertambahan pedet sebanyak 3,66 juta dari target sapi betina yang bunting sebesar 5,1 juta atau 71%.

Adapun jumlah sapi yang di IB sudah mencapai 7,58 juta ekor.Realisasi akseptor  IB tercatat 108 % dari dari target (sapi betina produktif red  ) sebesar 7 juta ekor sapi. Ketut menegaskan Kementan menjamin validitas laporan  jumlah sapi yang bunting dan pedet.

Menurut Ketut melalui Sistem Informasi Kesehatan Hewan mencatat setiap semen beku (sperma)  memiliki kode tersendiri . Setelah itu, setiap kegiatan IB juga dicatat waktunya dan laporan tersebut juga memuat jenis semen beku yang diterima akseptor.

”Setiap sperma memiliki kode yang tidak sama,”ujar Ketut kepada wartawan seraya memberikan ruang pengurangan lima persen potensi risiko kematian pedet akibat kelainan genetika atau kecelakaan di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Ketut menerangkan pertumbuhan peningkatan populasi sapi dan kerbau melalui Siwab tumbuh 3,83 %. Apabila di tahun 2016 populasi sapi–kerbau tercatat 17,8 juta ekor dan ditahun 2017 bertambah menjadi 18,5 juta ekor.

Bandingkan sebelum program ini dijalankan, pertumbuhan populasi sapi dan kerbau hanya tumbuh 1,03% per tahun. Apabila di tahun 2013, jumlah populasi sapi dan kerbau sebesar 14,2 juta ekor , kemudian ditahun berikutnya menjadi 16,5 juta ekor.

Ketut menambahkan UPSUS SIWAB memberi nilai tambah  di peternak sebesar Rp 17,67 triliun. Nilai tersebut dihitung dari harga pedet sebesar Rp 8 juta dikalikan jumlah pedet yang lahir .Sementara nilai investasi pemerintah melalui APBN hanya sebesar Rp 1,41 triliun.

Selain peningkatan populasi sapi dan kerbau, sambung Ketut Upsus Siwab juga mampu menurunkan pemotongan sapi betina produktif. Melalui kerjasama dengan Baharkam Polri, pemotongan sapi betina produktif secara nasional pada periode Januari –Agustus 2018 mencapai 8.482 ekor. Jumlah tersebut menurun 51,38% jika dibandingkan periode sama pada tahun 2017 yakni sebesar 17.446 ekor sapi betina.kbc11

Bagikan artikel ini: