Ekspor perhiasan dan permata moncer pada Oktober 2018

Jum'at, 16 November 2018 | 07:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Subsektor perhiasan dan permata mengalami pertumbuhan nilai paling besar untuk ekspor Oktober 2018. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), subsektor tersebut tumbuh sebesar 82,24 persen dengan nilai 294,1 juta dollar AS.

"Oktober ini, ekspor mana yang paling banyak meningkat yaitu perhiasan dan permata," ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Peran perhiasan dan permata untuk ekspor 2018 termasuk tiga komoditas terbesar, yakni 3,59 persen. Perhiasan dan permata diekspor paling banyak ke Singapura, Swiss, dan Korea Selatan. 

Sedangkan subsektor yang mengalami penurunan terbesar pada Oktober 2018 adalah bijih, kerak, dan abu logam, yakni turun 42,03 persen atau minus 119,4 juta dollar AS. Golongan barang terbesar kedua yang diekspor adalah bahan bakar mineral senilai 190,6 juta dollar AS atau tumbuh 9,71 persen. 

Komoditas tersbeut utamanya diekspor ke China, India, dan Jepang. Disusul dengan alas kaki senilai 104,3 juta dollar AS atau tumbuh 28,48 persen yang dikirim ke China dan Amerika Serikat. Ekspor kendaraan dan bagiannya juga tumbuh cukup baik, yakni 14,18 persen senilai 92,5 persen.

"Secara keseluruhan ekspor ke China masih meningkat, masih bagus. Ke Swiss juga masih bagus, ke Singapura juga masih bertambah," kata Suhariyanto.

Diketahui, nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2018 mencapai 15,8 miliar dollar AS atau meningkat 5,87 persen dibandingkan September 2018. Sementara dibandingkan dengan Oktober 2017, pertumbuhannya sebesar 3,59 persen.

Adapun nilai ekspor Januari-Oktober 2018 sebesar 150,88 miliar dollar AS atau meningkat 8,84 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Meski tumbuh cukup baik, angka impor tumbuh jauh lebih pesat, yakni 17,62 miliar dollar AS atau tumbuh 20,6 persen dibandingkan bulan lalu.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhannya 23,66 persen. Lagi-lagi, neraca perdagangan mengalami defisit sebesar 1,82 miliar dollar AS. kbc10

Bagikan artikel ini: