Pilot AS sebut Boeing lalai informasikan fitur baru di pesawat 737 MAX 8

Jum'at, 16 November 2018 | 07:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pilot AS mengatakan, Boeing tidak memberi tahu pilot maskapai tentang fitur baru sistem kontrol penerbangan di Boeing 737 MAX 8 yang menjadi fokus penyelidikan atas kecelakaan Lion Air.

Pilot tersebut mengatakan, mereka tidak terlatih dalam fitur baru dari sistem pencegahan malfungsi mesin atau anti-stall di pesawat yang berbeda dari model 737 sebelumnya, seperti dilaporkan dari Associated Press, 15 November 2018.

Sistem otomatis dirancang untuk membantu pilot menghindari agar hidung pesawat naik terlalu tinggi, yang dapat menyebabkan pesawat macet, atau kehilangan daya angkat aerodinamis yang dibutuhkan untuk terus terbang. Sistem ini secara otomatis mendorong hidung pesawat ke bawah.

Tetapi jika instruksi otomatis penggerak hidung itu dipicu oleh pembacaan sensor yang salah seperti yang dicurigai dalam kecelakaan Lion Air, pilot mesti susah payah mengendalikan pesawat, yang berisiko terjun dan mungkin mengalami kecelakaan, menurut buletin keamanan dan regulator keamanan Boeing.

Menurut pilot tersebut, buletin berisi rincian baru panduan tentang bagaimana menghindari situasi yang berujung pada kecelakaan.

"Ini adalah sesuatu yang tidak kami miliki sebelumnya di salah satu pelatihan kami. Itu tidak ada dalam buku-buku kami. Amerika tidak memilikinya," kata Dennis Tajer, pilot 737 dan juru bicara serikat pilot di American Airlines."Sekarang saya harus bertanya ada apa lagi di sana (di panduan buletin)?"

Jon Weaks, kapten 737 dan ketua serikat pilot di Southwest, mengatakan dia tidak mengetahui prosedur Boeing dalam pengoperasian manual pesawat barunya.

"Saya kecewa. Bagaimana bisa hal seperti ini terjadi? Kami ingin diberi informasi untuk membuat pilot kami, penumpang dan keluarga kami aman," katanya.

MAX adalah versi terbaru dari Boeing 737 bermesin ganda. 200 lebih unit telah dikirimkan ke maskapai di seluruh dunia, termasuk maskapai American, Southwest, dan United.

Direktur dan CEO Boeing Dennis Muilenburg mengatakan dirinya tetap yakin Beoing 737 MAX 8 adalah pesawat yang aman. Dia mengatakan Boeing tidak menahan rincian operasional dari perusahaan penerbangan dan awak pesawat.

Seorang juru bicara maskapai Southwest mengatakan sistem manuver otomatis baru tidak termasuk dalam manual operasi untuk model MAX. Seorang juru bicara maskapai American mengatakan pihak maskapai tidak mengetahui beberapa fungsi otomatis baru di MAX tetapi belum mengalami masalah teknis pada gagal teknis pada arah hidung pesawat. Seorang juru bicara United mengatakan Boeing dan Federasi Penerbangan AS (FAA) tidak yakin jika pelatihan pilot tambahan diperlukan.

Petugas Laboratorium Forensik Bareskrim Polri berbincang setelah mengambil sampel ban pesawat Lion Air JT 610 di Jakarta Internasional Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 5 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

John Cox, mantan pilot 737 pilot dan sekarang konsultan keamanan untuk maskapai penerbangan, mengatakan langkah-langkah Boeing sejak kecelakaan Lion Air benar-benar tepat. Mereka telah meningkatkan kesadaran pilot, telah mengingatkan pilot tentang prosedur yang tepat untuk menonaktifkan (sensor otomatis nose-down).

Tim penyelidik AS dan Indonesia semakin berfokus pada cara sistem kontrol otomatis pesawat berinteraksi. Mereka juga mempertanyakan apakah FAA dan Boeing secara memadai menganalisis potensi bahaya jika sistem tidak berfungsi dan mengirim data yang salah ke komputer pesawat.

Penyelidik Indonesia mengatakan bahwa Lion Air Boeing 737 MAX 8 mengalami malfungsi sensor yang menunjukkan sudut hidung pada empat penerbangan terakhir, termasuk insiden jatuhnya Lion Air pada 29 Oktober. kbc10

Bagikan artikel ini: