BSI targetkan produksi emas di 2018 naik hingga 170.000 onces

Minggu, 18 November 2018 | 22:36 WIB ET

BANYUWANGI, kabarbisnis.com: PT Bumi Suksesindo (BSI), pengelola tambang emas dan mineral di Tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur terus melakukan terobosan guna peningkatan produksi perusahaan. Pada tahun ini,  produksi emas PT BSI ditargetkan meningkat menjadi 155.000 ounces (oz) - 170.000 oz emas. Angka ini jauh lebih besar dibanding realisasi produksi di tahun 2017 yang mencapai 142.468 ounce (oz).

Direktur PT BSI Boyke Abidin mengungkapkan bahwa  tahun 2017 adalah milestone penting bagi PT BSI karena berhasil mencapai produksi perdana emas dan perak dari Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, yakni 142.468 ounce (oz) emas dan 44.598 oz perak sepanjang 2017. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, maka pada tahun ini BSI optimis bisa menaikkan produksi hingga 155.000 ounces (oz) hingga 170.000 oz emas.

“Target kenaikan produksi ini sejalan dengan ekspansi lapisan oksida sebesar dua kali lipat menjadi 8 juta ton per tahun dan akan rampung pada kuartal pertama 2019,” ujar Boyke saat kunjungan pertambangam di area produksi BSI, Banyuwangi, Minggu (18/11/2018).

Sementara sampai Semester I 2018, produksi emas BSI mencapai sebanyak 83.713 oz dan perak 48.226 oz. Tahun ini target peremukan bijih, penumpukkan dan pengolahan emas sebanyak 6,2 juta ton. 

Boyke menambahkan, PT BSI berhasil mengelola tambang dan memproduksi emas di Tambang Tujuh Bukit secara efisien melalui penggunaan teknologi heap leach (pelindihan) yang sangat memperhatikan aspek lingkungan.

“Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat dan kontrol kinerja yang baik, produksi emas di Tambang Tumpang Pitu sangat efisien. Efisiensi produksi emas di tambang Tujuh Bukit dipengaruhi juga oleh teknologi penambangan yang menggunakan model heap leach yang menggunakan sistem SAG (Semi Autogenous Grinding) Mill. PT BSI juga mampu melakukan efisiensi produksi berkat jarak pengangkutan bahan baku emas yang lebih dekat, serta konsumsi sianida dan konsumsi listrik yang lebih rendah dari perkiraan,” tutup Boyke.

Selain itu, BSI juga berkomitmen untuk terus meningkatkan prosentase Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga 100 persen, baik dalam proses produksi ataupun pengadaan barang yang diperlukan. Sampai saat ini, sudah banyak komponen ataupun kebutuhan BSI yang sudah disuplai dari dalam negeri. Tetapi ada beberapa yang masih harus impor.

“Sepatu masih kami impor. Nantinya kami akan mencari industri dalam negeri yang bisa memproduksinya. Sedikit demi sedikit kami juga akan membantu mereka memperbaiki kualitas produknya sesuai standar yang ditetapkan,” tambah General Manager External Affair Merdeka Copper Gold, Katamsi Ginano. Merdeka Copper Gold adalah induk perusahaan BSI.

Selain itu, perekrutan tenaga kerja kerja juga diutamakan dari lokal. Saat ini, seluruh karyawan dan kontraktor berjumlah 1.795 orang, terdiri dari 99 persen warga negara Indonesia dan 1 persen ekspatriat. Dari angkatan kerja, 60 persen berasal dari Kabupaten Banyuwangi, termasuk sekitar 38 persen dari Kecamatan Pesanggaran setempat.kbc6

Bagikan artikel ini: