500 Ribu lebih pengguna Android unduh 13 game berisi malware

Rabu, 21 November 2018 | 18:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Lebih dari setengah juta pengguna Android mengunduh malware yang disamarkan sebagai game yang ada di Google Play Store.

Peneliti di ESET, Lukas Stefanko mengunggah kicauan tentang 13 game berisi malware yang dibuat oleh developer yang sama. Ketika dia membuat kicauan tersebut, game-game itu masih bisa dunduh dari Google Play. Dua dari 13 game itu masuk ke dalam kategori trending, membuatnya lebih mudah untuk ditemukan.

Jika digabung, ketiga belas aplikasi ini memiliki telah diunduh sebanyak 580 kali sebelum Google memblokirnya, menurut laporan TechCrunch.

Orang yang mengunduh aplikasi ini berpikir mereka akan memainkan game untuk mengendarai truk. Namun, mereka mendapatkan aplikasi yang terlihat penuh dengan bug, sehingga aplikasi terus crash saat dibuka.

Padahal, aplikasi itu sedang mengunduh konten lain dari domain lain, yang terdaftar di bawah nama developer di Istanbul. Aplikasi itu juga akan memasang malware tanpa sepengetahuan pengguna sebelum menghapus ikon aplikasi.

Sayangnya, masih belum diketahui apa yang dilakukan oleh malware ini. Tampaknya setelah dipindai sekalipun, tidak diketahui apakah jenis dari malware ini.

Satu hal yang pasti, malware ini akan secara otomatis diaktifkan ketika ponsel atau tablet Android baru saja dinyalakan. Ia juga memiliki akses penuh pada jaringan ponsel, yang bisa digunakan penyerang untuk mencuri data.

Juru bicara Google, Scott Westover mengonfirmasi bahwa aplikasi-aplikasi ini melanggar peraturan Google dan telah dihapus dari Play Store.

Ini adalah kegagalan terbaru Google untuk mengamankan toko aplikasinya. Sejak lama, mereka memang sering mendapatkan kritik terkait keamanan aplikasi di Android juga sering dibandingkan dengan Apple, yang terkadang dianggap sangat ketat dalam memilih aplikasi yang masuk ke toko aplikasinya.

Google telah menggunakan berbagai cara untuk mengamankan pengguna Android. Sayangnya, mereka masih terus menemukan aplikasi berbahaya di toko aplikasinya sendiri. kbc10

Bagikan artikel ini: