DPRD Surabaya ingin Grebek Maulid jadi atraksi wisata baru

Rabu, 21 November 2018 | 20:45 WIB ET
Ketua DPRD Surabaya, Armuji
Ketua DPRD Surabaya, Armuji

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mendorong munculnya destinasi wisata baru yang berbasis tradisi masyarakat. Salah satu yang potensial untuk dikembangkan adalah Grebek Maulid yang tiap tahunnya digelar warga Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari. 

Tahun ini, Grebek Maulid digelar Selasa (20/11/2018) pagi. Ratusan warga berjejer untuk menantikan prosesi Grebek Maulid digelar dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

Semua warga terlibat, dari yang muda hingga yang tua. Anggota Karang Taruna dan siswa-siswi Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) serta berbagai kelompok masyarakat sangat antusias menjalankan tradisi tersebut. Selain meriah, tradisi itu juga membuat masyarakat guyub.

Secara swadaya, warga bergotong royong menyiapkan semua kebutuhan untuk menjalankan tradisi yang telah digelar rutin selama puluhan tahun dari generasi ke generasi tersebut. Tumpeng gunungan dari hasil bumi, beragam sayur, buah, kue, dan aneka makanan dijadikan semacam bingkisan, lalu diarak keliling kampung. Ada enam tumpeng raksasa yang diarak warga.

Ketua DPRD Surabaya Armuji mengapresiasi semangat masyarakat untuk terus melestarikan tradisi Grebek Maulid.

“Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momen untuk memperkuat perjuangan kita dalam meneladani Nabi Muhammad yang selalu berbuat baik kepada sesama, tak pernah membenci orang lain, dan selalu berikhtiar untuk kebaikan masyarakat,” ujar Cak Ji, sapaan akrab Armuji.

Selain untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad yang kaya keteladanan, lanjut Armuji, tradisi Grebek Maulid mampu membangun kebersamaan di antara para warga.

“Ketika masyarakat guyub, saling dukung, itu adalah modal sosial yang sangat kuat untuk membangun daerah,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Dia mencontohkan kekompakan warga ketika menyiapkan kebutuhan Grebek Maulid dan memeriahkannya denhan beragam seni-budaya, seperti hadrah, seni jaranan, fashion show, dan kreativitas anak-anak setempat.

“Salut dengan kekompakan dan kreativitas warga Rangkah,” ujarnya.

Ke depan, Armuji berharap tradisi tersebut menjadi destinasi wisata baru yang mampu memikat wisatawan. Wakil rakyat yang bakal maju sebagai calon anggota DPRD Jatim pada pemilu 2019 itu meyakini potensi acara tersebut sangat besar untuk dikembangkan sebagai event pariwisata.

“Saat ini tren yang berkembang di dunia pariwisata adalah tradisi-tradisi yang telah mengakar di masyarakat. Wisatawan sangat senang melihat tradisi-tradisi rakyat. Termasuk acara Grebek Maulid ini bisa dikembangkan, sehingga bisa mendatangkan wisatawan dan memberi berkah ekonomi bagi warga di kampung Rangkah,” papar Armuji.

Bahkan, Armuji menilai, tradisi Grebek Maulid bisa menjadi ciri khas Surabaya dalam menyambut Maulid Nabi. Oleh karena itu, dia mendorong Pemkot Surabaya untuk memfasilitasi pelaksanaan tradisi tersebut dalam skala yang lebih besar.

"Kalau di daerah lain ada Grebek Suro, saatnya diciptakan Grebek Maulid di Surabaya. DPRD siap mensupport dan menganggarkan dana untuk pengembangan destinasi wisata tradisi. Kami mencatat ada anggaran untuk pengembangan wisata Rp 2 miliar yang tak terserap. Ini patut disayangkan. Seharusnya hal itu bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan acara-acara yang berpotensi menjadi event tourism baru seperti Grebek Maulid ini," ungkap Armuji.

Pengembangan serupa juga bisa dilakukan pada tradisi Sedekah Bumi yang juga banyak digelar di Surabaya. “Pemkot Surabaya harus menyentuhnya dengan kemasan yang kreatif sehingga bisa mencuri perhatian wisatawan untuk datang. Kalau wisatawan datang, otomatis ada berkah ekonomi yang dinikmati warga di kampung-kampung yang menyelenggarakan tradisi turun-temurun tersebut,” jelas Armuji.

Sementara itu, para pemuka masyarakat di wilayah Rangkah, Kecamatan Tambaksari, senang bisa didatangi oleh sejumlah tokoh, termasuk wakil rakyat dari DPRD Surabaya. Selain Armuji, dalam kesempatan itu turut hadir anggota DPRD Surabaya Baktiono.

"Terima kasih atas kehadiran bapak-bapak. Di sini warga membuat kreasi tumpeng sendiri. Semangatnya adalah menciptakan suasana kebersamaan dan guyub. Ibu-ibu juga tak mau ketinggalan tampil dengan kreasi mereka. Ke depan kami berharap untuk terus didukung melestarikan tradisi ini," kata Ketua RT 06 Rangkah Buntu, Sigit Sudartono. kbc12

Bagikan artikel ini: