Jumlah wirausahawan RI masih kecil, kaum milenial jadi andalan

Kamis, 22 November 2018 | 07:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Jumlah wirausahawan di Indonesia masih tertinggal ketimbang negara-negara lain. Berdasar Global Entrepreneurship Index (GEI), Indonesia ada di urutan ke 97 dari 136 negara, di bawah Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Kondisi inilah yang membuat Indonesia Milenial Institute (I'M Institute) tergerak. Sejak setahun terakhir, selain mengkampanyekan hoax, I'M Institute rutin menggelar pelatihan dan seminar kewirausahaan ke seluruh penjuruh Tanah Air.

Pendiri I'M Institute, Witjaksono mengatakan saat ini sangat penting bagi Indonesia untuk memiliki para wirausahawan kreatif di era industri 4.0. Sebab, sejak dulu wirausahawan memiliki peranan penting dalam meningkatkan ekonomi suatu bangsa.

"Semakin banyak enterpreneur, maka akan berkolerasi terhadap kesejahteraan sebuah negara. Bisa kita lihat negara-negara maju saat ini, mayoritas profesi mereka adalah seorang entrepreneur," ujar dia di Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Masalah kewirausahaan ini, lanjut dia, juga berkali-kali disinggung oleh Presiden Jokowi (Joko Widodo). Pada April 2018 lalu dalam pidatonya di Istana Negara, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta agar rasio wirausahawan di Tanah Air ditingkatkan menjadi 14 persen.

"Sekarang masih 3 persen. Oleh sebab itu, apa yang beliau katakan harus kita respons dengan aksi nyata," kata dia.

Menurut Witjaksono, target ini sebenarnya tidak sulit untuk dicapai, mengingat Indonesia memiliki banyak generasi muda, yang berpotensi besar menjadi pemain utama dalam membangun negeri lewat profesi wirausahawan.

"Sehingga anak muda Indonesia bisa berdikari dalam merintis dan mengembangkan bisnisnya. Dan ke depannya akan membawa Indonesia semakin berdikari sebagai bangsa dan negara," tandas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: