10 Juta jam nihil kecelakaan, BSI raih penghargaan dari Pemprov Jatim

Jum'at, 23 November 2018 | 06:25 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kerja keras PT Bumi Suksesindo (BSI) untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif akhirnya terbayar. Atas keteraturan dan kehati-hatian seluruh karyawan dan manajemen BSI dalam melaksanakan pekerjaan, maka  pemprov Jatim dalam hal ini diwakili oleh Kepada Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral, Setiajit memberikan penghargaan kepada BSI di Wyndham Hotel Surabaya, Kamis (22/11/2018).

Presiden Direktur PT BSI Adi Adriansyah Sjoekri menjelaskan bahwa bekerja tanpa cidera yang mengakibatkan kehilangan jam kerja hingga 10 juta jam kerja merupakan prestasi luar biasa dalam jenis pekerjaan yang memiliki tingkat risiko kecelakaan yang tinggi seperti di pertambangan. Penggunaan alat berat, bahan-bahan berbahaya, dan lokasi kerja yang ekstrim sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan hingga kehilangan jam kerja.

Menurut Adi, capaian PT BSI ini tidak datang begitu saja. Namun, melalui usaha yang keras 

dan komitmen yang tinggi terhadap K3 dari semua pihak yang terlibat dalam Operasi Tujuh Bukit. “Prestasi ini sesungguhnya merupakan prestasi semua orang yang terlibat di dalam Operasi Tujuh Bukit. Mereka tidak hanya bekerja keras tapi juga berkomitmen terhadap K3,” jelasnya.

Untuk memastikan setiap orang yang terlibat dalam Operasi Tujuh Bukit berkomitmen 

terhadap K3, PT BSI telah menerapkan berbagai perangkat kerja aman. Perangkat tersebut 

antara lain OK-KAN, Tahan, Takon 7, JSEA dan golden rules. “Semua perangkat itu dibuat untuk memastikan setiap pekerja memahami jenis 

pekerjaannya, potensi bahayanya dan bagaimana cara mengantisipasi bahaya yang mungkin timbul,” imbuh Adi.

Masih kata Adi, komitmen PT BSI dalam menerapkan K3 di kegiatan operasionalnya 

menunjukkan bahwa perusahaan dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN) ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan saja, akan tetapi juga pada kesejahteraan para pekerjanya. Hal ini selaras dengan visi PT Merdeka Copper Gold, Tbk., induk perusahaan PT BSI, untuk menjadi perusahaan nasional yang bertaraf internasional. “Kesejahteraan para pekerja merupakan prioritas kami. Dan ini yang akan mengantar kami menjadi perusahaan nasional yang bertaraf internasional,” tegasnya.

Selain peningkatan kesejahteraan bagi pekerjanya, Adi menegaskan bahwa kehadiran PT BSI juga berdampak positif bagi masyarakat dan warga sekitar. Dampak positif tersebut antara lain berupa penyerapan tenaga kerja yang mengutamakan masyarakat sekitar dan program perbaikan fasilitas publik seperti pembangunan jembatan, jalan, sekolah, dan fasilitas publik lainnya.

PT BSI juga terus mendukung inisiatif bisnis lokal bidang pertanian, peternakan danperdagangan. Untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, training keahlian (vocational training) untuk karyawan dan masyarakat pun terus dikembangkan dengan menggandeng pihak-pihak terkait. 

“Kami juga mengembangkan program kesehatan dan keselamatan lingkungan untuk karyawan dan masyarakat sekitar. Mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, yang berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar,” terang Adi.

Manfaat lain dari keberadaan tambang di Banyuwangi ini adalah adanya golden share ke 

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, royalti, pajak, iuran tetap pertambangan dan pengelolaan jaminan reklamasi. “Awal tahun ini PT BSI mendapat penghargaan sebagai wajib pajak kontributor terbaik tahun 2017 dari Kantor Pajak DJP Jawa Timur III KPP Pratama, Banyuwangi, Jawa Timur. Oktober lalu, kami juga menerima penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan I atas kontribusi besarnya terhadap penerimaan pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Jakarta Setiabudi I untuk tahun buku 2017,” pungkas Adi.kbc6

Bagikan artikel ini: