Harga tersungkur, pungutan ekspor produk sawit dihapus sementara

Senin, 26 November 2018 | 20:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memutuskan untuk menghapus sementara pungutan atas ekspor produk kelapa sawit dan turunannya. Hal ini diterapkan lantaran harga minyak kelapa sawit mengalami penurunan drastis selama sepekan terakhir.

"Setelah diskusi kami komite pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) sepakat bahwa pungutan kelapa sawit dan turunannya diputuskan untuk dinolkan sementara," kata Darmin kepada wartawan di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Menurut Darmin rapat komite pengarah BPDP KS membahas pergerakan harga minyak kelapa sawit (CPO) di dunia yang turun dengan cepat dalam sepekan terakhir. Dia mengatakan, sepekan lalu, harga CPO masih bertengger di level US$ 530 per ton. Sementara, saat ini harga CPO sudah mencapai US$ 420 per ton."Kami melihat ini sudah mendesak terutama bagi petani dan semua pemain kelapa sawit," kata dia.

Saat ini, pengenaan pungutan dari BPDP KS adalah sebesar US$ 50  per ton untuk produk CPO. Kemudian, pungutan untuk turunan pertamanya sebesar US$30 dan turunan kedua sebesar US$ 20 per ton.

Darmin menyampaikan jika harga CPO membaik menjadi US$ 500 maka pungutan akan diterapkan kembali dengan tarif lebih rendah dari tarif normal. Tarif pungutannya yakni sebesar US$ 25  per ton untuk CPO, US$ 10  per ton untuk turunan pertama, dan US$ 5  per ton untuk turunan kedua.

Kemudian, jika harga kembali membaik di atas US549 per ton maka pungutan akan kembali seperti normal."Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan harga yang begitu rendah yang banyak pihak itu sudah rugi," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: