BULOG klaim operasi pasar redam lonjakan harga beras

Rabu, 28 November 2018 | 06:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) terus melakukan operasi pasar (OP) guna meredam kenaikan harga beras. Saat ini, hargaberas di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sudah mulai turun, hanya saja harga beras secara nasional masih stabil tinggi. 

"Sekarang kan sudah mulai turun ya harga beras. Kita juga sudah melakukan intervensi di pasar-pasar, termasuk Pasar Induk Beras Cipinang," kata Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso usai rakortas mengenai pangan di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Untuk keperluan OP tersebut, BULOG melepas harga beras medium di kisaran Rp 8.500-Rp 8.800 per kilogram (kg). Sementara di Pasar Cipinang, harga beras medium sudah berada di Rp 9.225 per kg.

OP akan dilakukan di daerah-daerah yang berasnya mengalami kenaikanharga signifikan. Budi mengatakan, ada sebagian daerah di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa.

“Pulau Jawa ada sebagian, di luar Jawa juga ada kenaikan-kenaikan di beberapa seperti NTT, terus Maluku," ujarnya.

Untuk diketahui, pemerintah menargetkan BULOG dapat menggelontorkan 15.000 ton beras per hari lewat operasi pasar. Namun, realiasasinya masih di bawah target, yakni 3.000 ton per hari. “(Itu) Karena serapan pasar rendah. Memang kebutuhan masyarakat sekarang belum begitu banyak untuk beras medium," katanya.

Adanya operasi pasar tersebut, dikatakan Budi, tidak mengganggu stok beras yang ada di Bulog. Ia memastikan stok beras di Bulog masih aman yakni sebanyak 2,6 juta ton. "Posisi masih aman. Hari ini kita masih ada penyerapan di beberapa produksi beras," katanya.

Bahkan, persediaan stok beras untuk Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019 pun, ditegaskan Budi, masih aman terkendali. "Kalau secara hitungan stok jangan khawatir lah. Jumlahnya (stok beras) banyak," ujar dia.

Direktur Operasional dan Pelayanan Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh pun menyampaikan bahwa harga beras di PIBC sudah mulai turun. "Di PIBC sudah mulai (turun harga beras), tapi secara nasional masih tinggi," katanya.

Karena itu, sambung Tri  Wahyudi pihaknya akan terus melakukan operasi pasar untuk menekan harga beras yang masih tinggi di pasar-pasar.

"Semakin banyak (stok beras) digelontorkan semakin cepat turun," kata Tri Wahyudi seraya menambahkan secara nasional, BULOG telah menggelontorkan 400.000 ton beras melalui operasi pasar sejak Januari

2018. kbc11

Bagikan artikel ini: