Alipay dan WeChat Pay direstui beroperasi di Indonesia, ini syaratnya

Rabu, 28 November 2018 | 09:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia mencatat sistem pembayaran elektronik melalui Quick Response (QR) Code milik China seperti Alipay dan WeChat Pay menjamur di Bali. Setidaknya, sebanyak 1.800 gerai tercatat menerima transaksi dengan jasa pembayaran asing tersebut.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Onny Widjanarko mengatakan, aturan pembayaran dengan QR Code bagi pemain asing sudah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI). Dalam PBI tersebut, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

"Jadi aturannya kan sudah ada. Di PBI Kerjasama dengan bank buku IV dan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang telah berizin. Jadi buka rekening di buku IV," ujarnya di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Onny mengatakan, sistem pembayaran elektronik sejenis Alipay dan WeChat Pay harus menjalin kerja sama dengan merchant lokal. Sehingga, keuntungannya tetap dapat dirasakan oleh merchant lokal.

"Jangan sampai kerja sama dengan merchant luar, kita enggak dapat apa-apa. Ada jaminan perlindungan merchant. Jadi merchant kan banyak kecil-kecil di Indonesia jadi gimana melindungi dia," jelasnya.

Onny juga meminta, Alipay dan WeChat Pay membuka rekening di perbankan Indonesia. Dengan demikian, transaksi pembayaran dapat tercatat.

"Paling tidak buka rekening di salah satu bank di Indonesia, jadi begitu transaksi rekening internasionalnya di rekening merchant. Ini diatur untuk melindungi kepentingan merchant juga," jelasnya.

Onny menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengeluarkan aturan mengenai standarisasi QR code. Aturan standarisasi QR code ini menurut Onny saat ini masih dalam proses piloting. "Jadi ketentuan QR dibawah ketentuan yang ada. Jadi kita masih ada piloting," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: