Saham terus turun, Mark Zuckerberg didesak mundur dari bos Facebook

Rabu, 28 November 2018 | 09:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kabar mengejutkan datang dari Facebook. Para investor Facebook meminta Mark Zuckerberg mundur dari jabatannya sebagai chairman.

Rentetan tragedi yang menimpa Facebook nampaknya membuat investor geram. Seperti anjloknya saham Facebook hampir 20% pada akhir Juli

Selain itu, perusahaan telah menghadapi berbagai serangan terkait dengan platform yang telah dimanipulasi untuk menyebarkan informasi palsu dan tanggapan kepemimpinan yang tidak memadai dan kontroversial.

Facebook hampir kelihangan USD200 miliar dari nilai kapitalisasi pasar karena turunnya saham sejak Agustus di tengah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan ancaman perang dagang dari Presiden Donald Trump.

"Facebook telah kehilangan kepercayaan dari konstituensinya dan untuk mendapatkannya kembali (investor) mereka perlu melakukan sesuatu yang signifikan," ujar analis Futurum Research Daniel Newman seperti dilansir dari CNBC, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Desakan untuk melengserkan Zuckerberg dari jabatan chairman akan menjadi langkah dramatis.

Salah satu ide yang diambil yaitu untuk melengserkan Zuckerberg dari posisinya sebagai ketua dewan.Itu akan menjadi langkah yang dramatis.

Salah satu investor yang meminta Zuckerberg mundur adalah Jonas Kron. Jonas merupakan Senior Vice President Trillium Asset Management yang memiliki sekitar 53.000 saham Facebook. Dia mengatakan bahwa sangat penting adanya dewan independen.

“Peran ganda Zuckerberg sebagai CEO dan chairman mencegah dewan Facebook bertindak secara independen dan menyediakan pengawasan,” kata Kron.

Saat ini, dewan pemipinan perusahaan teknologi tersebut dikendalikan oleh Zuckerberg, pendiri sekaligus CEO.

Pada bulan Oktober, bendehara negara bagian Illinois, Rhode Island, Pennsylvania dan pengawas dari New York City bergabung dengan proposal pemegang saham oleh Manajemen Aset Trillium menyerukan Facebook untuk membagi posisi.

Proposal yang akan dipilih pada pertemuan pemegang saham berikutnya Facebook pada 2019 akan membahas kesalahan penanganan Facebook, seperti isu termasuk campur tangan Rusia di pemilu AS, skandal Cambridge Analytica melibatkan berbagi data, depresi dan masalah kesehatan mental lainnya berasal dari penggunaan layanan dan kemampuan bagi pengiklan untuk mengecualikan kelompok minoritas tertentu agar tidak melihat iklan. kbc10

Bagikan artikel ini: