Resmi nahkodai SKK Migas, ini tugas Dwi Soetjipto

Senin, 3 Desember 2018 | 18:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dwi Soetjipto, resmi dikukuhkan menjadi Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas). Sebelumnya menjadi orang nomer satu di institusi yang menangani kegiatan eksplorasi dan eksplotasi migas ini memimpin PT Semen Gresik dan PT Pertamina (Persero).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memimpin pelantikan Dwi di kantor Kementerian ESDM, Senin (3/12/2018). Dwi menggantikan posisi yang ditinggalkan Amien Sunaryadi yang telah purna tugas sejak 20 November 2018. Amien telah mengakhiri masa jabayatan setelah memimpin SKK Migas selama empat tahun sejak 2014 silam.

"Keputusan Presiden 57/2018 tentang pemberhentian Kepala SKK, Presiden RI menimbang mengingat dan seterusnya, memutuskan memberhentikan dengan hormat Amien Sunaryadi sebagai Kepala SKK disertai ucapan terima kasih. Kedua mengangkat saudara Dwi Sutjipto sebagai Kepala SKK," ujar Jonan.

Jonan berharap Dwi dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Amien.“Pertama, melanjutkan government yang sudah dibangun Pak Amien. Saya tidak pernah melihat orang yang bekerja dengan saya itu yang bisa mengubah organisasi yang mencapai governance sangat baik,” kata Jonan.

Dwi juga diminta untuk mendorong peningkatan cadangan minyak dan gas melalui berbagai aktivitas eksplorasi yang juga harus digenjot.Jonan menegaskan untuk peningkatan eksplorasi bisa memanfaatkan Komitmen Kerja Pasti (KKP) dari blok-blok habis kontrak atau terminasi yang sudah mencapai US$2 miliar.

“WK terminasi yang kemudian diperpanjang itu diwajibkan menyerahkan komitmen kerja pasti yang sampai sekarang US$2 miliar untuk 10 tahun kedepan. Ini untuk eksplorasi,” beber Jonan.

Tugas lain yang diamanatkannya adalah mengawal proses alih kelola blok terminasi yang tinggal menyisakan penyelesaian untuk blok terminasi yang habis kontrak di 2023 dan satu blok lagi yang habis di 2022.

Dwi pun mendapat mandat untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam kegiatan hulu migas.Jonan mengingatkan dalam upaya peningkatan TKDN di hulu migas jangan sampai mengorbankan kinerja produksi migas. “TKDN ini memang sangat tricky, tapi ini niatnya baik. Kalau bisa diadakan dalam negeri ya diadakan, kalau tidak ya tidak,” tandas Jonan.

Dwi merupakan mantan direktur utama PT Pertamina (Persero) periode Desember 2014-Februari 2017. Pertamina dibawah kepemimpinan Dwi tercatat menorehkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan.

Pada 2016, laba bersih Pertamina meningkat menjadi US$3,14 miliar dibanding raihan pada 2015 sebesar US$1,42 miliar. Padahal pendapatan Pertamina saat itu turun dari US$ 41,76 miliar menjadi US$36,45 miliar. Kenaikan laba bersih Pertamina saat itu ditunjang efisiensi.kb11

Bagikan artikel ini: