Kembangkan perumahan Islami terpadu di Maja, Bintang Energi siapkan modal Rp890 miliar

Jum'at, 7 Desember 2018 | 06:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bintang Energi Lestari-pengembanf properti -berencana mengembangkan secara bertahap kota baru terpadu seluas 1.500 hektare (ha) di Maja, Lebak, Banten. Untuk tahap pertama, pengembang membangun Rumah Tapak sebanyak dua klaster yang terdiri dari 2.051 unit rumah .

Direktur Utama PT Bintang Energi Lestari Ishak menuturkan pembiayaan pembangunan perumahan Bintang Maja Lestari ini berasal modal internal perusahaan dan pinjaman Investment banking. Untuk pembangunan konstruksi bangunan dan infrastruktur dibiayai Fath Banking sebesar US$20 juta atau setara Rp 290 miliar (kurs Rp 14.500)

'Modal internal kami diantaranya berupa land banking seluas 266 hektare atau setara Rp 600 an miliar," ujar Ishak menjawab kabarbisnis.com usai menerangkan Festival Maja 2018 di Jakarta, Kamis (6/13/2018).

Pembangunan perumahan Bintang Maja Lestari akan dibangun dengan arsitektur Islam modern.Dalam dua kluster ini akan dibangun empat mushola dan satu masjid besar.Bahkan, ke depannya juga dibangun pesantren.

"Kita menginginkan konsumen yang membeli tidak sekedar menempati rumah sekedar mendiami .Namun mereka juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan agar anak anak mereka juga tumbuh dan berkembang sesuai nilai nilai islami. Hal ini sesuai dengan kultur masyarakat Maja, Lebak yang religius," bebernya.

Pengembang menawarkan unit rumah mulai  tipe Melati I 22/60 seharga Rp 136,4 juta. Harga rumah tersebut jauh lebih murah dari ketentuan fasiltas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) seharga Rp 144 juta."Harga tanah per meter kita masih Rp 800.00 jauh lebih kompetitif dengan perumahan yang dikembangkan Ciputra sebesar Rp 1,5 juta," terangnya.

Pihaknya juga memberikan diskon lima persen , tanpa harus membayar booking fee.Adapun DP pun ringan hanya 10 %.Selain bekerjasama PT Bank Tabungan Negara,pengembang juga mengaet bank BNI dan BRI."Kita juga akan bekerjasama dengan sejumlah bajlnk syariah," kata dia.

Ishak mengaku optimis proyek yang ditawarkan. pengembang sudah menggelar kemitraan dengan Pegawai Negeri Sipil Pemkab Lebak, TNI/ Polri. "Kita juga sudah melakukan nota kesepahaman dengan Lion Air Group dan PT BEL," kata dia.

Karenanya dia optimis 2.051 rumah yang akan dikembangkan hingga 2025 dapat diterima pasar.Ishak menambahkan meski perumahan dijual dengan harga murah, namun tidak akan mengorbankan kualitas.

Pengembang berencana membangun infrastruktur berupa sumber/penampungan air dan shuttle bus ke stasiun kereta yang hanya membutuhkan waktu 10 menit saja.Kabupaten Maja, Banten dijadikan target Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai kota baru yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019.

Untuk mendukung rencana tersebut,pemerintah tengah dibangun akses tol dan stasiun kereta dan menuju Jakarta.Bahkan, Lion Air juga sudah berencana membangun Bandara Udara, untuk mengurangi beban di Bandara Udara Sukarno Hatta,Cengkareng.kbc11

Bagikan artikel ini: