Pangkas 100.000 pekerjanya, ini alasan perusahaan cleaning service terbesar dunia

Selasa, 11 Desember 2018 | 08:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan jasa layanan kebersihan (cleaning service), jasa keamanan hingga parkir terbesar dunia asal Denmark, ISS berencana memangkas sekitar 100.000 pekerjanya, atau seperlima dari seluruh pegawai perusahaan tersebut di seluruh dunia.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (10/12/2018) perusahaan memutuskan untuk merampingkan jumlah pegawai setelah keluar dari 13 negara yang dianggap tidak terlalu menguntungkan.

Negara-negara yang dimaksud sebagian besar berada di pasar negara berkembang, termasuk Asia dan Eropa Timur, yaitu Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei, Brasil, Chile, Israel, Estonia, Republik Ceko, Hungaria, Slovakia, Slovenia, dan Rumania.

Setelah meninggalkan pasar tersebut, pekerja di ISS akan menyusut menjadi sekitar 390.000 orang.

Perusahaan menilai 13 negara itu hanya mewakili 12% dari total pendapatan dan 8% dari laba operasi. Dengan cabutnya perusahaan dari negara-negara itu memungkinkan mereka untuk fokus pada klien yang lebih besar.

CEO ISS, Gravenhorst mengatakan ISS ingin fokus pada pasar global yang lebih besar bernilai US$ 400 miliar.

ISS menganggap perlu mengambil langkah tersebut karena saham perusahaan terus menyusut. Pada tahun lalu saja, mereka kehilangan 18% saham. Bahkan saham ISS yang diperdagangkan turun sekitar 0,6%. kbc10

Bagikan artikel ini: