Aliando Jatim segel kantor GRAB di Surabaya

Rabu, 12 Desember 2018 | 05:25 WIB ET

SURABAYA - Sebanyak sekitar 500 massa aksi mengatasnamakan Aliansi Nasional Driver Online (Aliando) Jawa Timur menyegel kantor GRAB Indonesia di Surabaya, Jawa Timur. Ekspresi atas cueknya perwakilan manajemen perusahaan aplikator asal Malaysia itu.

 

Lepas tengah hari para mitra aplikator untuk kendaraan roda empat itu tiba di kantor GRAB jalan Klampis, Surabaya. Penyampaian aspirasi langsung disampaikan dan berharap ada pertemuan dengan manajemen GRAB.

 

Namun harapan itu sirna. Perwakilan GRAB urung bertemu dan membuat para mitra mengambil tindakan.

 

Sejurus kemudian, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, kantor GRAB yang sudah dalam keadaan tertutup itu ditempeli dengan tulisan “Kantor Ini Disegel”. Atas nama Aliando Jawa Timur.

 

Sebanyak lima aspirasi disampaikan dalam aksi tersebut. Satu di antaranya ditujukan khusus kepada GRAB yaitu tentang permintaan menghilangkan skema batasan wilayah trayek driver dan upgrade jam insentif menjadi 24 jam.

 

Empat poin lainnya disampaikan kepada GRAB dan GO-JEK terdiri atas keinginan stop rekruitmen driver baru sambil menunggu kajian regulasi baru. Kemudian perbaiki sekaligus evaluasi isi materi surat perjanjian kemitraan yang ber azaskan keadilan dan mudah dipahami oleh mitra maupun calon mitra.

 

Poin selanjutnya adalah rasionalisasi tarif dan insentif. Lalu tentang open suspend untuk mitra driver online Jatim. Kecuali mitra yang tersangkut kasus kriminal.

 

Berbeda dengan GRAB, perwakilan GO-JEK Jatim di jalan Ngagel, Surabaya, menerima dan menemui aspirasi disampaikan para peserta aksi. Sekitar jam 11:00 mediasi dimulai diwakili Sembilan anggota Aliando Jatim dan ditemui tiga orang perwakilan manajemen GO-JEK.

 

Aksi di kantor GO-JEK berakhir jam 12:30 dengan penyampaian statement terakhir tentang menunggu jawaban dari manajemen pusat dalam 3x24 jam.

 

Dikonfirmasi terkait aksi Aliando di Surabaya itu, VP Corporate Affairs GO-JEK, Michael Reza Say, mengungkapkan jutaan mitra pengemudi memegang peranan penting dalam perkembangan ekosistem GO-JEK. ”Oleh karena itu kami selalu mendengarkan aspirasi dari berbagai komunitas yang konstruktif dan membangun demi kebaikan bersama,” ungkapnya.

 

Terlebih GO-JEK, menurutnya, terus mengupayakan berbagai cara untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan mitra. Berbagai inisiatif untuk meningkatkan intensitas penggunaan, melakukan perbaikan, penguatan fitur aplikasi, dan upaya lainnya dilakukan.

 

Terkait dengan suspen, Michael menegaskan, perbaikan kebijakan suspen segera rampung. ”Kebijakan yang baru akan mampu menjawab aspirasi para mitra secara lebih menyeluruh,” terangnya.

 

Terutama terbentuknya definisi pelanggaran yang mudah dipahami dan tersampaikan dengan baik. ”Sehingga mitra dapat menjalankan operasionalnya dengan tenang dan pelanggan mendapatkan layanan yang baik,” Michael menjelaskan.

Bagikan artikel ini: