Tower pertama laris manis, PPRO mulai bangun superblok Grand Sagara

Kamis, 13 Desember 2018 | 05:50 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Minat konsumen terhadap proyek terbaru PT PP Properti Tbk (PPRO) di Surabaya Utara, superblok Grand Sagara rupanya cukup tinggi.

Hal ini pula yang mendasari anak perusahaan dari PT PP (Persero) Tbk ini untuk melakukan ground breaking (pemancangan tiang perdana) untuk Adriatic Tower.

Project Director Grand Sagara, Satrio Sujatmiko mengatakan, pembangunan Grand Sagara direncakan meliputi 12 tower dan pembangunannya akan dibagi dalam beberapa fase. Fase pertama dimulai dari pembangunan Adriatic Tower, dan menara kedua akan menyusul pada tahun berikutnya. Grand Sagara sendiri dibangun di lahan seluas 5,6 hektar di sisi timur dan barat Jembatan Suramadu.

"Untuk pembangunan tower pertama ini nilai investasinya Rp 800 miliar ini butuh waktu 4 tahun untuk menyelesaikannya. Setelah itu, kita lakukan serah terima unit kepada konsumen secara bertahap,” kata Satrio usai ground breaking Adriatic Tower di Surabaya, Rabu (12/12/2018).

Adriatic Tower adalah hunian high-rise villa dengan konsep resort yang memiliki 1.040 unit kamar dengan tiga tipe yakni studio, one bedroom dan two bedroom. Untuk tahap pertama, telah ditawarkan sebanyak 250 unit dan seluruhnya telah terjual sesuai target sejak mulai dipasarkan pada 14 November 2018 lalu sampai dengan waktu dilakukannya ground breaking. Adapun mayoritas pembeli merupakan kalangan end user.

Satrio menjelaskan, saat ini harga perdana yang ditawarkan pihaknya mulai dari Rp 350 juta hingga Rp 800 juta per unit dengan uang muka 15% dan dapat di cicil hingga 24 kali.

"Kami akan menaikkan harga setiap satu atau dua bulan sekali di atas bunga deposito, untuk menggairahkan kalangan investor yang tertarik dengan proyek ini," jelasnya.

Vice President 3 PPRO, Rudy Harsono, mengatakan, tingginya animo masyarakat terhadap proyek ini terlihat saat dilakukan pemilihan unit. Terlebih, proyek Grand Sagara ini terkait juga dengan rencana pengembangan wisata di kawasan Suramadu oleh Pemkot Surabaya, termasuk sedang dibangunnya fasilitas lapangan tembak dan akan dibangun kereta gantung.

"Selain end user, investor juga tertarik berinvestasi di proyek ini karena harga unitnya berpotensi naik setiap tahun. Secara normatif, kami prediksi pertumbuhan harga unit di Adriatic Tower bisa mencapai 15 persen hingga 20 persen per tahun," kata Rudy.

Direktur Realty PPRO, Galih Saksono menambahkan, pihaknya optimistis pasar properti akan kembali bergairah setelah berlangsungnya gelaran Pemilu 2019.

"Semester kedua nanti, saya yakin pasar akan lebih seru. Sehingga, kami optimistis tower-tower yang ada di Grand Sagara akan diserap pasar. Ini juga yang menjadi pendorong PPRO terus mengembangkan proyek baru. Selain Grand Sagara, masih ada satu lagi yang akan kita bangun di Surabaya di tahun depan," pungkasnya. 

Di Grand Sagara, untuk apartemen tersedia 3 tipe unit yang ditawarkan. Yakni Studio, 1 bedroom dan 2 bedroom. Setiap unit dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan anda dengan pilihan berbagai view yang berbeda. Di dalamnya, cukup selangkah dari unit akan menemukan The Valley, sebuah konsep fasilitas bagi penghuni yang menyatu dengan alam, yang mengusung suasana lembah yang indah di antara gunung yang menenangkan. kbc7

Bagikan artikel ini: